Paling Sering Dilihat

  • Kalender Islam NU Tahun 2023 – Versi PDF (91,913)
    Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) telah menerbitkan Kalender Islam Tahun 2023 M yang mendasarkan tanggal-tanggal islam dengan hisab imkanur rukyat sesuai kriteria MABIMS yang baru (Kriteria 364). NU memberi tajuk kalender ini sebagai: "Almanak 2023 (1444/1445 H)". Kalender ini meliputi tahun hijriyah 1444 hingga 1445. Tema kalendernya adalah "Satu Abad Nahdlatul Ulama". Penentuan awal bulan ... <a title="Bumi & Gunung Berguncang Berturutan di Indonesia, Mengapa?" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2015/07/bumi-gunung-bergoyang-di-indonesia-mengapa/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Bumi & Gunung Berguncang Berturutan di Indonesia, Mengapa?">Baca Selengkapnya</a>
  • Koleksi Kata Mutiara Islam Bertambah (88,388)
    Widget "Kata Mutiara Islam Harian" yang diluncurkan bebarapa waktu lalu, alhamdulillah, cukup mendapat hati dari para pengunjung. Ia telah digunakan oleh lebih dari 1000 orang hingga saat ini. Hari ini saya berkesempatan menambah koleksi kata mutiara yang akan ditampilkan pada widget tersebut. Jika sebelumnya kata mutiara islam berbahasa indonesia hanya berjumlah sekitar 50 hikmah, kini ... <a title="Bumi & Gunung Berguncang Berturutan di Indonesia, Mengapa?" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2015/07/bumi-gunung-bergoyang-di-indonesia-mengapa/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Bumi & Gunung Berguncang Berturutan di Indonesia, Mengapa?">Baca Selengkapnya</a>
  • Kapan Hari Lahirmu dalam Kalender Hijriyah? (81,142)
    Hmm, mungkin tak banyak yang bertanya seperti itu. Penyebabnya tak lain karena kita telah terlanjur terbiasa dengan sistem penanggalan masehi. Dan sistem kalender islam hanya kita pakai untuk kegiatan keagamaan atau ibadah ritual saja. Tetapi paling tidak dalam beberapa kesempatan, kita tetap memerlukan perangkat atau cara untuk mengetahui: tanggal berapa dalam kalender hijriyah sebuah peristiwa ... <a title="Bumi & Gunung Berguncang Berturutan di Indonesia, Mengapa?" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2015/07/bumi-gunung-bergoyang-di-indonesia-mengapa/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Bumi & Gunung Berguncang Berturutan di Indonesia, Mengapa?">Baca Selengkapnya</a>
Categories: Hikmah Islam

Bumi & Gunung Berguncang Berturutan di Indonesia, Mengapa?

Lokasi Gempa Papua, 2015-07-28. Lokasi gempa ini tak jauh dari Kabupaten Tolikara, lokasi dibakarnya Masjid saat Idul Fitri tempo hari.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, Indonesia diguncang gempa-gempa yang terasakan oleh cukup banyak orang. Selain itu, beberapa gunung pun mengeluarkan isi perutnya hampir secara bersamaan. Meskipun tidak mengakibatkan banyak kerusakan atau korban jiwa, namun bergetarnya bumi Indonesia yang terjadi secara beruntun mengundang tanda tanya. Apa yang sedang terjadi sebenarnya?

Bagi mereka yang memahami geografi, ilmu kebumian, jawabnya mungkin sederhana: Indonesia memang berada di wilayah yang aktif baik secara tektonis maupun vulkanis. Jadi wajar jika sering terjadi gempa atau gunung meletus.

Benar, memang demikian kenyataannya. Tetapi sebagai seorang muslim, yang mengimani akan adanya Allah yang berkuasa menggerakkan atau mendiamkan bumi, tentu ini menjadi ajang tafakur atau pengingat. Paling tidak, kejadian gempa yang berturutan dari Sumatera, Jawa hingga Papua seharusnya menyadarkan kita bahwa Allah Maha Melihat apa yang kita lakukan.

Tidakkah kita ingat kejadian-kejadian yang sempat menjadi isu nasional pada beberapa waktu sebelumnya? Ada ‘bangkitnya’ kaum LBGT (teman-temanya kaum Sodom yang menyukai sejenis di masa Nabi Luth), munculnya isu JIN (Jama’ah Islam Nusantara, yang seolah menyatakan Islam itu belum sempurna jika tidak mengamalkan ajaran versi Indonesia, Nusantara), wacana legalisasi nikah beda agama, pengaturan speaker masjid, dan yang terakhir insiden pembakaran masjid di Tolikara.

Saatnya Bertaubat, Kembali Kepada Allah

Di sini tidak dikatakan bahwa kejadian-kejadian tersebut adalah penyebab gempa-gempa di Indonesia ini. Allah yang Maha Mengetahui itu semua. Namun, timing atau waktu kejadian ini bisa menjadi bekal bagi kita untuk mawas diri. Berhati-hati dan selalu mengingat Allah: Jangan sampai melakukan hal-hal atau tindakan yang bisa mengundang murka dan azab Allah.

Guncangan gempa atau letusan gunung seharusnya mengingatkan kita bahwa banyak kaum-kaum terdahulu dibinasakan Allah dengan cara seperti itu karena mereka mendustakan para Nabi yang membawa ajaran dari Allah.

Atau sebenarnya bumi dan gunung-gunung tadi sedang memberi peringatan kepada kita bahwa Allah sedang memperhatikan kita lebih seksama. Mereka merasakan kehadiran Allah sementara kita sedang melupakan Allah. Mereka bergetar karena takut kepada Allah, sementara kita semakin menyepelekan aturan-aturan Allah.

Dahulu, Nabi Musa jatuh pingsan dan kemudian bertaubat kepada Allah karena ia ‘lancang’ meminta kepada Allah untuk bisa melihat wujud-Nya. Nabi Musa pingsan karena guncangan gempa yang menggetarkan dan menghancurkan sebuah gunung yang takut akan kehadiran Allah swt.

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَانِي وَلَٰكِنِ انظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.

Qur’an, Surat Al A’raf [7]: 143.

 

Habib bin Hilal

Habib bin Hilal adalah pengelola dan Editor dari blog ini serta situs Alhabib - Mewarnai dengan Islam.

Recent Posts

Arab Saudi Akan Laksanakan Rukyatul Hilal Zulhijah 1447 H pada Ahad, 17 Mei 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) untuk menentukan awal…

5 bulan ago

Arab Saudi: Idul Fitri Jatuh Pada Hari Jumat, 20 Maret 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi telah meminta rakyat kerajaan untuk melakukan rukyatul hilal Syawal 1447 H…

7 bulan ago

Informasi Kapan 1 Syawal 1447 H (2026 M)

Berikut ini adalah informasi astronomis mengenai posisi hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriyah (Idul Fitri…

8 bulan ago

Kumpulan Foto Bulan Sabit (Hilal) 1 Ramadan 1447 H

Bulan Ramadan 1447 H telah ditetapkan oleh setiap negeri atau otoritas keagamaan di seluruh dunia.…

8 bulan ago

Boleh atau Tidak Puasa Rajab?

Berikut ini adalah tulisan dari Pondok Lirboyo yang menggali dalil puasa di bulan Rajab. Hal…

10 bulan ago

Unduh Kalender Islam 2026, Resmi Dari Kemenag RI

Pemerintah RI, melalui Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama telah menerbitkan Kalender Hijriah 2026 M dalam bentuk…

11 bulan ago