
Berikut ini adalah informasi astronomis mengenai posisi hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriyah (Idul Fitri 2026) untuk Indonesia, Arab Saudi dan matlak global. Posisi bulan akan menentukan keputusan pada hari apa dan kapan 1 Syawal 1447 H jatuh oleh berbagai pihak seperti NU, Muhammadiyah, Pemerintah RI, Pemerintah Arab Saudi atau Diyanet Turki.
Silahkan simak paparan Ustadz Abu Sabda (PERSIS) berikut ini:
Berdasarkan data hisab, ijtimak menjelang bulan Syawal 1447 Hijriah terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 M pukul 08:23:26 WIB. Pada saat matahari terbenam diwilayah Indonesia, posisi Bulan berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0° 53’ 58’ hingga 3° 07’ 15’’. Sementara itu, jarak elongasi Bulan–Matahari tercatat antara 4° 32’ 57’’ hingga 6° 06’ 39’’.
Kondisi tersebut berimplikasi pada penetapan awal Syawal 1447 H menurut berbagai metode hisab dan rukyat yang digunakan oleh organisasi keagamaan di Indonesia maupun dunia.
1 Syawal Menurut Hisab Imkan Rukyat MABIMS
Menurut metode hisab imkan rukyat MABIMS yang digunakan Pemerintah, PERSIS, dan sejumlah ormas Islam lainnya, posisi hilal/Bulan pada Kamis (malam Jum’at) 29 Ramadhan 1447 H/18 Maret 2026 diseluruh wilayah Indonesia walaupun berada di atas ufuk namun belum memenuhi kriteria ketampakan hilal (visibilitas hilal/Imkan rukyat) MABIMS. Karena walaupun ketinggian bulan sudah 3° namun Elongasi baru 6.1°. Belum mencapai 6.4°. Dengan demikian, bulan Ramadhan 1447 H digenapkan 30 hari (istikmal), dan 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada , Sabtu, 21 Maret 2026.
1 Syawal Menurut Hisab Imkan Rukyat Muhammadiyah (KHGT)
Adapun menurut Muhammadiyah yang pada Muharram 1447 H secara resmi meninggalkan metode hisab wujudul hilal dan beralih menggunakan hisab imkan rukyat Turki yang diberlakukan secara global dengan mengusung prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia yang kemudian dikenal dengan istilah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), menetapkan bahwa pada tanggal 29 Ramdhan 1447 H yang bertepatan dengan 18 Maret 2026 versi KHGT, Ijtimak belum terjadi –Ijtimak baru terjadi pada tgl 30 Ramadan versi KHGT– dan kriteria Imkan rukyat TURKI (Tinggi 5° dan Elongasi 8°) belum terpenuhi di belahan bumi manapun, maka Ramadhan 1447 H digenapkan 30 hari dan 1 Syawal 1447 H ditetapkan bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026.
1 Syawal Menurut Hisab Imkan Rukyat Turki (Diyanet Turki)
Tanggal 29 Ramadhan 1447 H versi IR TURKI bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026. Pada saat maghrib hari itu, ijtimak sudah terjadi dan Imkan rukyat Turki (5-8) sudah terpenuhi di Benua Amerika, Afrika, Eropa dan sebagian Timur Tengah. Dengan demikian awal bulan Syawal dinyatakan masuk pada Jumat, 20 Maret 2026.
1 Syawal Menurut Rukyat Nahdlatul Ulama (NU)
Menurut Nahdlatul Ulama (NU), kondisi hilal pada Kamis (malam Jum’at) 29 Ramadhan 1447 H/19 Maret 2026 termasuk kategori atau mustahil terlihat, karena posisi Bulan berada di bawah kriteria IRNU (Tinggi 3°, Elongasi 6.4°). Oleh sebab itu kemungkinan besar NU akan menggenapkan bulan Ramadhan 1447 H dan akan menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026.
1 Syawal Menurut Rukyat Hilal Arab Saudi
Di Arab Saudi, penetapan awal Ramadhan akan ditentukan melalui rukyat pada Rabu malam Kamis, 29 Ramadhan 1447 H/18 Maret 2026 versi Arab Saudi. Secara hisab, pada malam itu Ijtimak belum terjadi dan Bulan terbenam lebih dulu daripada matahari. Hingga kemungkinan besar Arab Saudi akan menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari, dan menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026.
1 Syawal Menurut Rukyat Hilal Global (Hizbut Tahrir)
Kelompok yang menganut rukyat global, seperti Hizbut Tahrir (HT), kemungkinan besar akan menggenapkan Ramadhan 30 hari karena pada tanggal 29 Ramadhan 1447 H/18 Maret 2026 versi HT, hilal mustahil bisa dilihat, karena pada hari itu Ijtimak saja belum terjadi. Hingga kemungkinan besar tidak ada yang berhasil rukyat di seluruh dunia. Dengan demikian 1 Syawal 1447 H akan ditetapkan bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026.
Kesimpulan Kapan Tanggal 1 Syawal 1447 H
– Pemerintah akan menetapkan 1 Syawal 1447 H = Sabtu, 21 Maret 2026.
– PERSIS menetapkan 1 Syawal 1447 H = Sabtu, 21 Maret 2026.
– NU kemungkinan besar akan menetapkan 1 Syawal 1447 H = Sabtu, 21 Maret 2026.
– Muhamadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H =Â Jum’at, 20 Maret 2026
– Diyanet Turki menetapkan 1 Syawal 1447 H =Â Jum’at, 20 Maret 2026
– Saudi Arabia kemungkinan besar akan menetapkan 1 Syawal 1447 H = Jum’at, 20 Maret 2026.
– Hizbu Tahrir kemungkinan besar akan menetapkan 1 Syawal 1447 H = Jum’at, 20 Maret 2026.


Sangat lengkap dan informatif. Terima kasih banyak.