Puasa Ramadhan ataupun puasa-puasa lainnya merupakan ibadah yang memiliki hikmah luar biasa bagi kaum muslimin. Salah hikmah terbesar dari puasa Ramadhan adalah bahwa ia merupakan sarana menuju taqwa. Puasa berpotensi mengubah, men-transformasi, akhlak seseorang menjadi lebih baik.
Namun, sebagaimana sebuah ujian, Ramadhan bisa menghasilkan dua keluaran: lulus atau gagal. Mereka yang lulus adalah mereka yang bisa meraup keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan. Sementara yang gagal adalah yang tidak mengalami perubahan baik, sebelum, selama, maupun sesudahnya. Orang yang gagal Ramadhan tidak memperoleh kecuali lapar dan dahaga saja.
Berikut ini sebuah hikmah yang menggambarkan pilihan kita selama puasa di bulan Ramadhan ini: mau ikut puasa ular atau puasa ulat?
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.
Ibroh – pelajaran – dari puasanya ular :
1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.
3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.
Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.
1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU
4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.
Hakikat puasa bukanlah hanya menahan lapar dan haus saja, namun kita jg harus menahan dan meninggalkan kebiasaan2 yg tidak baik, sehingga kedepan kita bisa menjadi lebih baik lagi dari pada hari ini. Puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin taqwa dan mampu menjadi khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).
Semoga bermanfaat.
(Sumber: status facebook/whatsapp)
Mahkamah Agung Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) untuk menentukan awal…
Mahkamah Agung Arab Saudi telah meminta rakyat kerajaan untuk melakukan rukyatul hilal Syawal 1447 H…
Berikut ini adalah informasi astronomis mengenai posisi hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriyah (Idul Fitri…
Bulan Ramadan 1447 H telah ditetapkan oleh setiap negeri atau otoritas keagamaan di seluruh dunia.…
Berikut ini adalah tulisan dari Pondok Lirboyo yang menggali dalil puasa di bulan Rajab. Hal…
Pemerintah RI, melalui Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama telah menerbitkan Kalender Hijriah 2026 M dalam bentuk…