Paling Sering Dilihat

  • Kalender Islam NU Tahun 2023 – Versi PDF (91,913)
    Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) telah menerbitkan Kalender Islam Tahun 2023 M yang mendasarkan tanggal-tanggal islam dengan hisab imkanur rukyat sesuai kriteria MABIMS yang baru (Kriteria 364). NU memberi tajuk kalender ini sebagai: "Almanak 2023 (1444/1445 H)". Kalender ini meliputi tahun hijriyah 1444 hingga 1445. Tema kalendernya adalah "Satu Abad Nahdlatul Ulama". Penentuan awal bulan ... <a title="Belajar dari “Flat Earth”: Matahari seperti Lampu Senter" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2017/02/belajar-dari-flat-earth-matahari-seperti-lampu-senter/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Belajar dari “Flat Earth”: Matahari seperti Lampu Senter">Baca Selengkapnya</a>
  • Koleksi Kata Mutiara Islam Bertambah (88,388)
    Widget "Kata Mutiara Islam Harian" yang diluncurkan bebarapa waktu lalu, alhamdulillah, cukup mendapat hati dari para pengunjung. Ia telah digunakan oleh lebih dari 1000 orang hingga saat ini. Hari ini saya berkesempatan menambah koleksi kata mutiara yang akan ditampilkan pada widget tersebut. Jika sebelumnya kata mutiara islam berbahasa indonesia hanya berjumlah sekitar 50 hikmah, kini ... <a title="Belajar dari “Flat Earth”: Matahari seperti Lampu Senter" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2017/02/belajar-dari-flat-earth-matahari-seperti-lampu-senter/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Belajar dari “Flat Earth”: Matahari seperti Lampu Senter">Baca Selengkapnya</a>
  • Kapan Hari Lahirmu dalam Kalender Hijriyah? (81,141)
    Hmm, mungkin tak banyak yang bertanya seperti itu. Penyebabnya tak lain karena kita telah terlanjur terbiasa dengan sistem penanggalan masehi. Dan sistem kalender islam hanya kita pakai untuk kegiatan keagamaan atau ibadah ritual saja. Tetapi paling tidak dalam beberapa kesempatan, kita tetap memerlukan perangkat atau cara untuk mengetahui: tanggal berapa dalam kalender hijriyah sebuah peristiwa ... <a title="Belajar dari “Flat Earth”: Matahari seperti Lampu Senter" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2017/02/belajar-dari-flat-earth-matahari-seperti-lampu-senter/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Belajar dari “Flat Earth”: Matahari seperti Lampu Senter">Baca Selengkapnya</a>
Categories: Dari AndaSains

Belajar dari “Flat Earth”: Matahari seperti Lampu Senter

Salah satu usaha penganut faham “flat earth” atau “bumi datar” untuk menjelaskan siang dan malam adalah dengan menyatakan bahwa matahari menyinari bumi seperti lampu senter. Matahari – kata kaum FE – tidak bersinar ke segala arah seperti yang kita lihat. Matahari hanya seperti “spot light” yang mengarahkan sinarnya ke satu wilayah tertentu saja di muka bumi yang datar seperti piringan CD. Dari sinilah tercipta siang malam, daerah yang tersinari “lampu senter” matahari mengalami siang dan yang tidak tersinari mengalami malam.

Animasi siang malam versi “bumi datar”. Kaum FE, penganut faham “bumi datar” mencoba menjelaskan siang malam dengan menyatakan bahwa matahari menyinari bumi seperti lampu senter.

Sekilas, gambaran matahari seperti lampu senter di atas bisa diterima nalar. Namun, jika kita melihat kenyataan dinamika siang malam di muka bumi, kita akan segera melihat bahwa teori “matahari seperti lampu senter” tidaklah masuk akal.

Siang dan malam di setiap tempat di muka bumi ini tidaklah seragam. Sebagian tempat ada yang mengalami siang lebih panjang dari yang lain di hari yang sama. Bahkan di bulan-bulan yang berbeda, panjang siang malam berubah-ubah dalam satu tempat yang sama. Ini adalah fakta yang setiap orang bisa lihat dan rasakan.

Fakta panjang siang malam yang berbeda-beda tersebut akan sangat terasa di daerah yang dekat dengan kutub bumi. Mereka di belahan bumi utara mengalami siang yang pendek di sekitar bulan Desember di muslim dingin. Sebaliknya di belahan bumi selatan, orang mengalami musim panas dengan siang yang panjang. Bahkan di benua Antartika, matahari terlihat bersinar terus-menerus dalam 24 jam di sekitar bulan Desember tersebut.

Fenomena tersinarinya daerah Antartika selama 24 jam penuh dalam sehari tidak bisa dijelaskan dengan teori “lampu senter” atau “spot light” dari matahari untuk menciptakan siang dan malam. Gambar animasi siang malam dalam bentuk “bumi datar” di bawah ini menunjukkan daerah yang mengalami siang dalam satu hari di akhir bulan Desember. Terlihat bagaimana bentuk sinar matahari di muka bumi yang datar di bulan Desember. Bisakah bentuk sinar matahari seperti donat aneh ini dijelaskan dengan teori “lampu senter”?

Animasi siang malam di bulan Desember pada permukaan bumi datar. Teori “lampu senter” atau “spot light” sinar matahari yang diusung penganut faham “bumi datar” (kaum FE, “flat earth”) tidak bisa menjelaskan fenomena siang malam di beberapa bulan di muka bumi.

Animasi di atas dibuat berdasarkan data peta bumi siang dan malam yang bisa dilihat di situs: timeanddate.com. Di situs tersebut kita bisa melihat peta siang malam untuk setiap hari selama setahun dan mengecek kapan matahari terbit dan terbenam di semua tempat di muka bumi. Dengan mencocokkan waktu terbenam terbit matahari di kota tempat tinggal kita, kita bisa mengecek sendiri kebenaran perhitungan dan peta yang ditampilkan di sana.

Siang Malam Karena Bumi Bulat

Sebaliknya, dengan pengetahuan mengenai bentuk bumi yang bulat, fakta bahwa pada akhir bulan Desember, matahari menyinari wilayah Antartika selama 24 jam sehari dapat dengan mudah dijelaskan dan digambarkan. Berikut ini adalah animasi perputaran bumi di sekitar bulan desember. Karena poros perputaran bumi miring, maka wilayah kutub selatan terus menerus menerima sinar matahari pada saat tersebut. Di bulan Juni, keadaan tersebut berbalik, kutub utara sekarang yang memperoleh sinar matahari terus menerus dalam kurun 24 jam.

Animasi perputaran bumi pada bulan Desember. Wilayah kutub selatan, benua Antartika memperoleh sinar matahari terus menerus selama 24 jam. Sebaliknya, kutub selatan gelap terus menerus.

Ada beberapa hal lain yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah oleh teori “bumi datar” terkait matahari yang bersinar seperti lampu senter ini. Salah satunya adalah bulan yang bercahaya di malam hari. Dari mana bulan memperoleh cahayanya jika matahari hanya menyinari daerah yang mengalami siang seperti lampu senter? Dengan teori bumi datar tersebut, mustahil kita bisa melihat bulan di malam hari. Namun, faktanya tidak demikian.

Semoga bermanfaat.

Save

Save

Save

Habib bin Hilal

Habib bin Hilal adalah pengelola dan Editor dari blog ini serta situs Alhabib - Mewarnai dengan Islam.

Recent Posts

Arab Saudi Akan Laksanakan Rukyatul Hilal Zulhijah 1447 H pada Ahad, 17 Mei 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) untuk menentukan awal…

5 bulan ago

Arab Saudi: Idul Fitri Jatuh Pada Hari Jumat, 20 Maret 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi telah meminta rakyat kerajaan untuk melakukan rukyatul hilal Syawal 1447 H…

7 bulan ago

Informasi Kapan 1 Syawal 1447 H (2026 M)

Berikut ini adalah informasi astronomis mengenai posisi hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriyah (Idul Fitri…

8 bulan ago

Kumpulan Foto Bulan Sabit (Hilal) 1 Ramadan 1447 H

Bulan Ramadan 1447 H telah ditetapkan oleh setiap negeri atau otoritas keagamaan di seluruh dunia.…

8 bulan ago

Boleh atau Tidak Puasa Rajab?

Berikut ini adalah tulisan dari Pondok Lirboyo yang menggali dalil puasa di bulan Rajab. Hal…

10 bulan ago

Unduh Kalender Islam 2026, Resmi Dari Kemenag RI

Pemerintah RI, melalui Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama telah menerbitkan Kalender Hijriah 2026 M dalam bentuk…

11 bulan ago