Ramadhan telah datang. Hingga hari Sabtu pagi, 28 Juni 2014, belum ada laporan terlihatnya hilal dalam bentuk foto dari berbagai tempat di seluruh dunia.
Gambar pertama terkait hilal Ramadhan 1435 H datang dari Jerman oleh fotografer bintang Martin Elsaesser. Ia berhasil mengolah 120 gambar dari tangkapan teleskop berkamera untuk memperlihatkan wujud bulan sabit pada siang hari waktu setempat (jam 13). Umur bulan saat itu sekitar 3 jam dengan jarak elongasi sekitar 5,5 derajat.
Namun perlu digarisbawahi bahwa bulan yang tertangkap kamera ini adalah hasil pengolahan citra gambar CCD yang dilakukan di siang hari sebelum waktu maghrib. Di Jerman sendiri, bulan tenggelam terlebih dahulu sebelum matahari pada hari Jum’at tersebut. Jadi, hilal Ramadhan tidak mungkin dilihat selepas maghrib pada hari itu.
Berikut adalah hasil olah citra hilal dari Martin sebagaimana dilaporkan oleh ICOP:
Komentar dari ICOP, sebagaimana tertulis di dalam bahasa Arab dalam gambar di atas, menyatakan bahwa jumhur ulama tidak menerima hilal qabla ghurub semacam ini sebagai dasar penentuan masuknya bulan Ramadhan.
Belum ada laporan terlihatnya bulan sabit ramadhan setelah maghrib hari Jum’at.
Sebagaimana Peta Visibilitas Hilal Ramadhan 1435 H menunjukkan, bulan sabit Ramadhan hanya mungkin terlihat mata di wilayah Samudera Pasifik pada petang hari Jum’at.
Pada petang hari Sabtu, banyak laporan yang menyatakan terlihatnya hilal – bulan sabit – Ramadhan 1435 H dengan mata telanjang. Berikut ini adalah sebagian dari foto-foto yang berhasil mengabadikan hilal tersebut.
Mahkamah Agung Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) untuk menentukan awal…
Mahkamah Agung Arab Saudi telah meminta rakyat kerajaan untuk melakukan rukyatul hilal Syawal 1447 H…
Berikut ini adalah informasi astronomis mengenai posisi hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriyah (Idul Fitri…
Bulan Ramadan 1447 H telah ditetapkan oleh setiap negeri atau otoritas keagamaan di seluruh dunia.…
Berikut ini adalah tulisan dari Pondok Lirboyo yang menggali dalil puasa di bulan Rajab. Hal…
Pemerintah RI, melalui Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama telah menerbitkan Kalender Hijriah 2026 M dalam bentuk…