Benarkah Al Qur’an Menyatakan Bentuk Bumi Datar?

Foto bumi dari luar angkasa, dari stasiun ruang angkasa ISS memperlihatkan bentuk muka bumi yang bulat. ISS di atas Italia.
Foto bumi dari luar angkasa, dari stasiun ruang angkasa ISS memperlihatkan bentuk muka bumi yang bulat. ISS di atas Italia.

Salah satu dinamika dunia internet adalah munculnya ‘paham‘ atau teori “Bumi Datar” (Flat Earth, flatearth). KepercayaanBumi Datar” ini memperoleh popularitas dengan pernyataan bahwa semua yang kita pelajari di sekolah-sekolah bahwa bentuk bumi adalah bulat hanyalah buah dari konspirasi dan bertentangan dengan logika (penglihatan). Sebagian dari penganut faham bumi datar ini juga mengacu kepada Al Qur’an yang menurut mereka juga menyatakan bahwa bentuk bumi adalah datar (flat earth).

Benarkah Al Qur’an menyatakan bahwa bumi berbentuk tidak bulat? Benarkah Al Qur’an menyatakan bahwa bentuk bumi adalah datar atau lebih tepatnya pipih seperti piringan CD sebagaimana yang digambarkan oleh penganut paham “bumi datar”?

Al Qur’an tidak secara jelas menyatakan bahwa bumi adalah bulat. Sebagaimana banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya tentang fenomena alam, Allah mengajak manusia untuk berfikir, merenungkan berbagai ciptaannya, termasuk tentang bumi kita. Allah mengajak manusia melihat bagaimana bumi diciptakan dan untuk apa bumi diciptakan. Allah menerangkan berbagai macam fungsi bumi dan kegunaannya bagi manusia.

Allah menjadikan Bumi sebagai Hamparan

Salah satu fungsi bumi yang dijelaskan di dalam al Qur’an adalah sebagai hamparan. Ayat-ayat tersebut yang biasa digunakan oleh kaum “flat earth” untuk mendukung faham “bumi datar” mereka. Benar, ada beberapa ayat al Qur’an yang menyatakan bahwa Allah menjadikan bumi ini sebagai hamparan. Contohnya:

  • [Adz-Dzariyat (51): 48] Dan bumi itu Kami hamparkan (farasynaha), maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).
  • [Al-Baqarah (2): 22] Yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan (firasya)…
  • [Al Hijr (15): 19] Dan Kami telah menghamparkan bumi (madadnaha) dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Juga di surat Ar-Ra’du (13):3 dan Qaf (50):7.
  • [Nuh (71): 19] Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan (bisatho).
  • [An-Naba’ (78): 6] Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? (mihada).
  • [An-Nazi’at (79): 30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (dahaha).
  • [Al-Ghasyiyah (88): 20] Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (suthihat).
  • [Asy-Syams (91): 6] dan bumi serta penghamparannya (thohaha).

Terlihat bahwa Allah menggunakan beberapa kata (farasy, madad, bisath, mihad, daha, suthih, thoha) yang diartikan sebagai hamparan. Hamparan bagi kita adalah sesuatu yang datar. Jadi bentuk bumi adalah datar bukan bulat. Demikianlah argumen mereka yang mempercayai faham bumi datar (flat earth).

Benarkah kesimpulan tersebut? Tunggu dulu!

Dalam bahasa Arab, kata datar berhubungan dengan lurus atau sesuatu yang tidak bengkok, dan disebut sebagai: “sawi” atau “almustafi“. Terlihat dari berbagai kata yang digunakan untuk menjelaskan sifat bumi, Allah tidak menggunakan kata datar sama sekali.

Berbagai pilihan kata “hamparan” yang digunakan oleh Allah di berbagai ayat Al Qur’an lebih menekankan penampakan dan fungsi bumi bagi kehidupan manusia. Jelas sekali bagi kita, manusia, yang ukurannya teramat mungil dibandingkan dengan bumi yang sangat luas, bahwa muka bumi ini tampak seperti hamparan. Banyak dataran yang luas di mana sebagian kecilnya ditempati oleh gunung-gunung. Dan lebih banyak lagi lautan yang luas terhampar di depan mata kita. Dengan bentuk permukaan bumi yang demikian, maka manusia menjadi mudah menjelajahi dan tinggal di dalamnya.

Kerak bumi ibarat karpet (firasy) di atas inti bumi yang panas.
Kerak bumi ibarat karpet (firasy) di atas inti bumi yang panas. Pada gambar di atas, crust adalah kerak bumi tempat manusia tinggal. Di bawah lapisan kerak bumi yang sangat tipis itu ada bara api ribuan derajat Celcius panasnya, namun kita tidak merasakan.

Itulah mengapa Allah menyatakan di dalam surat Al Baqarah (2) ayat 22 yang artinya: Yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan (firasya)… Kata firasya juga berarti tikar atau dipan. Artinya bumi dihamparkan agar kita nyaman tinggal di atasnya.

Jika kita hubungkan dengan ilmu geologi, maka kita akan faham bahwa bumi yang kita tinggali ini sebenarnya adalah bola api yang amat besar yang dilapisi oleh kerak bumi setebal belasan kilometer. Kerak bumi ini sangat tipis – ribuan kali lebih tipis – dibandingkan dengan garis tengah bumi. Jadi, kerak bumi Allah ciptakan seolah-olah karpet yang terbentang di atas lelehan magma bumi dan melindungi kita dari panasnya. Inilah hikmah lain dari pemakaian kata “hamparan” (firasy) dalam Al Qur’an mengenai sifat bumi.

Jadi, sekali lagi, bumi sebagai hamparan bukan berarti bentuk bumi datar, melainkan penampakan muka bumi yang terhampar luas di depan manusia dan fungsinya sebagai alas bagi aktifitas manusia.

Al Qur’an Menyiratkan Bentuk Bumi adalah Bulat

Lalu, jika Allah tidak menyatakan bentuk bumi adalah datar, apakah Allah menyatakan bahwa bentuk bumi adalah bulat?

Tidak ada ayat al Qur’an yang secara tekstual secara lahiriyah menyatakan bahwa bumi diciptakan dengan bentuk bulat (sama dengan kenyataan bahwa tidak ada ayat yang secara eksplisit menyatakan bahwa bumi bentuknya datar atau flat earth). Namun ada beberapa ayat yang mengindikasikan atau menyiratkan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Hal ini dapat dilihat dari kajian arti kata yang digunakan dalam beberapa ayat yang menerangkan fenomena alam di bumi.

Di surat Az-Zumar (39) ayat 5, Allah berfirman :

[39:5] Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq; Dia menutupkan (yukawwiru) malam atas siang dan menutupkan (yukawwiru) siang atas malam …

Gambaran siang dan malam yang saling menutupi jika dilihat dari satu tempat tertentu di muka bumi. Beginilah Allah menutupkan "yukawwiru" malam ke dalam siang dan sebaliknya. Allahu akbar!
Gambaran siang dan malam yang saling menutupi jika dilihat dari satu tempat tertentu di muka bumi. Beginilah Allah menutupkan “yukawwiru” malam ke dalam siang dan sebaliknya. Allahu akbar!

“Menutupkan” (yukawwiru) dalam ayat di atas secara bahasa arab mengandung pengertian “melapisi sesuatu kepada suatu benda yang bundar“, biasanya dipakai dalam istilah “melilitkan surban di kepala“. Asal katanya adalah “kurah” (كُرَة) yang berarti bola atau benda yang bulat (contohnya seperti kepala). Jadi sekali lagi secara tersirat Allah ingin memberitahukan kepada manusia bahwa bentuk bumi itu adalah bulat.

Foto bumi dan siang malam dari angkasa menunjukkan bentuk bumi bulat.
Foto bumi dan siang malam dari angkasa menunjukkan bentuk bumi bulat.

Dalam surat Ar-Rahmaan (55) ayat 33 yang berbunyi :

[55:33] Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup melintasi penjuru (aqthar) langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kewenangan (keahlian / kekuasaan).

Perhatikan bahwa Al-Qur’an menggunakan kata “aqthar” yang diterjemahkan sebagai penjuru (region). Kata “aqthar” ini sendiri dalam bahasa arab mengandung arti diameter atau garis tengah, dan dihadirkan dalam bentuk jamak. Bentuk tunggal dari “aqthar” adalah “quthr”. Suatu bangun tiga dimensi yang memiliki “banyak” diameter adalah elipsoid atau yang cenderung menyerupai itu. Elipsoid merupakan suatu bangun yang bulat menyerupai bola dengan bentuk memipih seperti telur.

Aqthar dalam pembahasan di atas memiliki kaitan dengan kata daha yang disebutkan dalam surat An-Naziat (79) ayat 30:

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (dahaha).

Kata Arab “Dahaha” berasal dari kata kerja “daha” yang diturunkan dari kata kerja “dahu” yang dapat berarti membentangkan, mendorong,  melemparkan, menggerakkan. Ibnu Barri mengatakan “Daha al-Ardh” berarti mendorong bumi sehingga bergerak. Juga dapat dilihat berdasarkan asal katanya “dahraj” yang berarti bergerak berputar atau berguling. Disini An-Naazi’at ayat 30 dapat diartikan “Dan sesudah itu bumi Allah gerakkan (didorong sehingga berputar)”.

Bahkan berdasarkan berbagai kamus bahasa Arab, ketika membahas mengenai “dahu” dan turunannya, walaupun memiliki banyak arti seperti membentangkan, mendorong, melemparkan dan menggerakkan, akan tetapi kata-kata kerja itu selalu berkaitan dengan benda yang bentuknya bulat, seperti telur, kerikil, dan mainan berbentuk bulat. Orang yang memiliki perut buncit, disebut perutnya mundahun. Ibu kota Qatar, Doha, juga memiliki akar kata daha yang berarti seperti bentuk payung. Juga idhiyya” atau “adhiyyah” yang diartikan dengan sarang burung onta yang dibuat dengan mengais-ngais pasir dengan kedua kakinya untuk meletakkan telur-telurnya.

Bentuk bumi bulat pepat dalam al -Qur'an. Diameter bumi lebih pendek pada kedua kutubnya dibandingkan dengan pada katulistiwa.
Bentuk bumi bulat pepat dalam al -Qur’an. Diameter bumi lebih pendek pada kedua kutubnya dibandingkan dengan pada katulistiwa. (Catatan: Gambar di atas tidak dibuat sesuai skala, hanya untuk menunjukkan perbedaan diameter saja.)

Terlihat bahwa kata daha berhubungan dengan sesuatu yang berbentuk bulat atau sejenisnya. Seperti kebanyakan telur, bentuk telur burung unta ini tidaklah bulat sempurna seperti bola kaki. Ada sedikit lonjongnya. Ternyata para ilmuwan juga mengetahui bahwa bentuk bumi tidaklah bulat sempurna melainkan agak pipih di kedua kutubnya. Artinya, diameter bumi lebih pendek pada daerah kutub dibandingkan dengan pada daerah katulistiwa.

Dari pembahasan di atas, terlihat bahwa Al Qur’an tidak menyatakan bahwa bentuk bumi adalah datar sebagaimana anggapan mereka yang mempercayai faham “Bumi Datar”. Bahkan sebaliknya, Al Qur’an menyiratkan bentuk bumi yang bulat sesuai dengan kajian ilmiah mutakhir.

Semoga bermanfaat.

Save

Save

Save

Save

Related tags:

bumi datar dalam al quran; bumi datar menurut islam; bentuk bumi menurut al quran; flat earth menurut islam; bentuk bumi menurut islam; bentuk bumi menurut alquran; bumi datar menurut al quran; bumi bulat atau datar menurut al quran; teori bumi datar menurut islam; bentuk bumi sebenarnya menurut al quran; teori bumi datar menurut al quran; bentuk bumi berdasarkan al quran; bumi bulat atau datar menurut islam; bentuk bumi; bentuk bumi dalam al quran; bumi menurut islam; bumi menurut al quran; ayat alquran tentang bumi datar; ayat alquran tentang bentuk bumi; bumi menurut alquran;

Related Post

Rating: 5.0. From 1 vote.
Please wait...
Spread the love
  • 1.1K
    Shares

134 Comments for “Benarkah Al Qur’an Menyatakan Bentuk Bumi Datar?”

M

says:

Comend saya mana tadz?? kok ilang, saya bisa bantah kalau NASA PEMBOHONG dan Bumi itu Datar Menurut Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan…

Uyya Uyya

says:

Assalamualaikum…
bro.. ane mau tanya.. Pertanyaan ane sangatlah sederhana, ini bukan masalah bentuk bumi.
tinggalkan dulu paham bumi BULAT ATAU DATAR. oke? 😀
.
.
Pertanyaan ane adalah Kenapa Ij’ma Ulama mengatakan BUMI berbentuk BULAT dan BUMI ADALAH PUSAT ALAM SEMESTA (GEOSENTRIS) yang artinya MATAHARI, BULAN dan BINTANG beredar MENGITARI BUMI ? (FOKUS ke GEOSENTRIS yaa jangan ke yang lain)
.
bukankah ini bertentangan dengan sains MODERN yang mengatakan bahwa sistem tatasurya kita adalah (HELIOSENTRIS) dimana BUMI dan yang lainnya Mengitari MATAHARI?
.
.
jadi Mana yang BENAR bro?
Ij’ma ULAMA atau SAINS MODERN?
GEOSENTRIS atau HELIOSENTRIS?
TANAH atau API?
ADAM atau IBLIS?
.
Hahahaha… Cukup jawab saja GEOsentris atau HELIOsentris 😉
terimakasih sebelumnya

says:

Ulama yang faham akan ilmu bumi, ilmu antariksa atau ilmu fisika akan setuju dengan pemahaman sistem tata surya yang heliosentris. Boleh jadi, sebagian ulama di masa lalu memiliki faham geosentris. Namun hal itu tidak bisa dijadikan dasar mana yang benar.

Kita harus mengingat perkembangan pengetahuan manusia. Secara umum, pandangan geosentris dipercayai oleh banyak kalangan ilmuwan di masa lampau. Dan kepercayaan ini juga dipegang oleh para pendeta atau ulama islam di masanya. Sebatas pengetahuan sains yang mereka pelajari dan terima di masa itu.

Perkembangan jaman dan pengetahuan manusia mengarahkan kepada teori yang lebih bisa menjelaskan fakta dan hasil pegamatan selanjutnya di masa-masa moderen. Akhirnya, para ilmuwan melihat fakta bahwa tata surya kita memiliki sistem heliosentris. Inilah yang sesuai fakta dan kebenaran sekarang.

Lalu, adakah yang bertentangan dengan al Qur’an dengan fakta heliosentris ini?

Deki Nugroho

says:

Saya percaya bumi itu bulat.. Kalaupun ada yg percaya bumi itu datar mending kalian bikin roket terus pergi ke paling ujung pinggiran bumi yg kata kalian bumi itu datar kaya piringan CD berarti kan pinggirnya ada jurang. Setelah itu coba kalian terjun ke jurang tersebut sekalian biar mampus kan lebih baik.. Hehehe

Baim

says:

Kalau tentang flat earth.. saya tidak berfokus pada bumi itu bulat ataupun datar .. tapi yg jelas dsitu terbantahkan bahwa teori NASA tentang bumi ini bulat itu tidak benar.. apa lagi tantang jarak bumi ke bulan dan jarak bumi ke matahari. Volume bumi, luas bumi, volume bulan, luas bulan. Volume matahari, luas matahari. Perputaran bumi, perputaran bulan dll.. menurut semua para ahli NASA ada angka2nya dan katanya semunya benar adanya (cek blog NASA). tapi jika kita merumuskn angka2 tersebut Untuk menetukan gerhana matahari saja (saya dan teman2 yg jago matematika suda mencoba merumuskannya) tidak akan tepat dengan yang realita terjadianya gerhana matahari itu tiap 18 tahun sekian bulan dan sekian hari.. dan sebenarnya msh bnyak lagi yg mau saya katakan tentang flat earth.. dan yg psti dsni saya tdk mngatakan bhwa bumi itu datar.

Pesan saya hanya 1

Waspada terhadap kaum ELITE GLOBAL
Mereka itu sangat pintar (lihai) dan sangat berkuasa. INGAT sangat BERKUASA

Maaf bila ada salah2 kata..
saya hnya mnyampaikan apa yg sharusnya saya sampaikan.. apabila ada yg kurang berkenan mohon maaf yg sebesar2nya..
Terima kasih

says:

Alhamdulillah, jika anda jago matematika tentu akan baik jika anda mempelajari lebih jauh tentang bentuk bumi sehingga bisa melihat kebenaran. Ada banyak sumber yang bisa digunakan untuk membuktikan bentuk bumi berdasarkan perhitungan matematis yang tidak cukup rumit.

Tentang NASA, tidak masalah jika anda ikut-ikutan menyebut mereka elit global. Tetapi, NASA bukan satu-satunya kumpulan ilmuwan di dunia ini dan bukan satu-satunya sumber perhitungan.

Namun jika anda menyatakan (sepertinya hanya ikut-ikutan kaum flat earth): “realita terjadianya gerhana matahari itu tiap 18 tahun sekian bulan dan sekian hari”, saya akan bertanya: dari mana anda memperoleh data tersebut? Apakah ia sesuai kenyataan? Benarkah NASA bicara seperti itu?

Jika anda punya rumus lain tentang bagaimana menghitung gerhana bulan, silahkan dishare di sini dan kita buktikan bersama-sama.

Banyak kaum muslimin yang bisa menghitung kapan terjadinya gerhana berdasarkan ilmu falak atau ilmu geografi yang mereka pelajari di sekolah maupun pesantren. Dan perhitungan yang paling tepat adalah yang berdasarkan gerakan benda langit dalam tata surya yang telah kita pelajari di mana bumi dan planet-panet mengelilingi matahari dalam orbit dan jarak tertentu. Bukan berdasarkan teori bumi datar.

pejantan tangguh

says:

saya setuju pak habib dari pada mikirin bumi datar atau bulat mending banyak beribadah bersujud sama Allah.. ingat kita bakal kembali kepadanya untuk yang seperti bumi datar atau bulat sudah gak usah di pikirin nanti bingung sendiri.. pikirin az apa sudah cukup amalan kita buat disana maslah bumi datar bulat sudah ada bagian2nya yang mengurusi hal itu dan mereka juga di bayar mahal jadi kita ribut2 mikirin hal itu dan tidak di bayar bisa pusing sendiri nanti wkwkwk

M

says:

Yang Punya Blok gak Faham Proyek Raksasa Orang Kafir, Untuk Menjauhkan Manusia Dari Al-Quran dan Hadist…

Jika bumi ini Bulat. Gak Tau mana atas dan Bawah?
Jika Bumi ini Bulat Trus Apa yg nyebabkan Air Nempel? Magnet?? Magnet apa yg bisa ngisap Air?
Jika Bumi ini Bulat bisa Bolak Balik Arah Kiblat?
Jika bumi Bulat dan Mengelilingi Matahari. dengan Kecepatan yg dibilang NASA Pesat yang Tinggal Landas Gak akan mampu mengejar Bumi

Jika Kalian Percaya NASA sebagai Sumber Pengetahuan Trus kok Bermasalah Dengan Fleat Earth??

Mikir, Mikir, Mikir….

says:

Semoga anda pun bisa “mikir” dan tidak terburu-buru tercekoki oleh “faham konspirasi”. Konspirasi bisa jadi ada, tetapi mohon dalam hal ini dipisahkan dengan kenyataan, fakta ilmiah dan ilmu pengetahuan.

Pertanyaan anda hampir semua bisa dijawab dan diterangkan dengan fakta bahwa semua benda yang memiliki wujud, ada materialnya, Allah berikan atau Allah takdirkan memiliki gaya yang disebut sebagai gaya gravitasi. Air menempel di permukaan bumi karena gaya gravitasi bumi yang mengikat atau menariknya. Demikian juga dengan kenyataan bahwa anda masih bisa berada di permukaan bumi hingga kini dan tidak beterbangan di angkasa karena adanya gaya tarik bumi. Demikian juga tentang pesawat, meski tidak menempel ke tanah, ia sebenarnya juga terus ditarik oleh bumi lewat gaya gravitasi yang tidak kasat mata ini. Jadi, ia terus tertarik mengikuti arah gerakan bumi.

Tentang arah kiblat dan lainnya, anda bisa baca di artikel-artikel terkait. Pelajarilah dengan seksama. Semoga anda memperoleh hidayah dan pemahaman.

Danny Pw

says:

Km kl sesat jangan menyesatkan orang….sekolah kl pake duit haram ya sprti km tu jadinya…goblok…d pelihara…jangan mengatasnamakan Islam dan segala firman nya kl km gak bs mengartikan nya…HABIB MACAM APA KM ITU….nyampah aja d dunia…malu2 in orang Islam…

septian adhi Pratama

says:

Salam sejahtera untukmu ustadz..
Ustadz boleh di jelaskan hadist riwayat yang menyatakan perjalanan isra mi’raj nabi yang saya yakini sampai dengan sekarang. Terus terang ustadz saya rakyat saya bukanlah ilmuan apalagi astronom tetapi apakah ada larangan untuk mempelajari dengan akal yang Allah berikan untuk mempertanyakan. jadi.. pernah diriwayatkan bahwasanya baitul makmur itu sejajar dengan ka’bah. Kosmologi bumi bola dan pelajaran yang selama ini saya dapatkan mengajarkan bumi mengitari matahari, matahati bergerak mengitari galaksinya dan terus bergerak. uztadz apakah ustadz bisa jelaskan sejajar ini berarti baitul makmur mengikuti arah gerakan matahari (api yang besaaaar dan panaaas )? syukron.
Salam damai sejahtera untukmu…

says:

Terima kasih atas pertanyaannya.

Jika Allah telah terangkan kepada kita akan bentuk alam semesta, hakikat bentuk bumi yang bulat, dan sebagai planet ia mengelilingi matahari sebagai bagian dari tata surya dan seterusnya, maka ilmu dari Allah ini bisa kita gunakan untuk lebih memahami apa-apa yang tersampaikan kepada kita terkait kabar, hadits dari Nabi Muhammad maupun teks-teks ayat-ayat Al Qur’an.

Ketika Rasulullah menggambarkan Baitul Ma’mur, beliau menggambarkan dengan bahasa yang sederhana dan bisa difahami serta dibayangkan oleh para sahabatnya. Tentunya, dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang ilmu astronomi saat itu, Nabi tidak menerangkan secara rinci dalam konteks tata surya, galaksi dan sebagainya.

Sebelum saya jawab mengenai sejajarnya Baitul Makmur dengan Ka’bah, saya akan ajak anda membayangkan luasnya alam semesta ini, terutama besarnya bumi dibandingkan langit. Planet bumi hanyalah bintik kecil dibandingkan matahari kita. Jika dilihat dari tepian tata surya, bumi itu hanyalah setitik cahaya biru yang redup. Itu adalah bumi. Anda bisa bayangkan Ka’bah sebesar apa, mungkin sebesar atom yang tak kasat mata lagi. Itu baru dari tepian tata surya. Belum lagi jika anda melihat bumi dari tepian galaksi Bima Sakti yang menjadi rumah tata surya kita. Belum lagi di tepian langit yang melingkupi seluruh galaksi yang ada di semesta ini. Bahkan seluruh tata surya, matahari, bumi dan planet-planet lain tak akan terlihat besar maupun gerakannya.

Jadi, luasnya langit dibandingkan tata surya, atau bumi itu tak bisa dibayangkan besarnya.

Coba anda gambar sebuah lingkaran besar di atas kertas HVS. Kemudian gambarlah sebuah titik di tengah lingkaran tersebut. Maka, semua titik di permukaan lingkaran tersebut adalah sejajar dengan titik di tengah lingkaran. Itulah gambaran jika anda ingin memahami kata sejajar dalam hadits tersebut.

Tentunya, tidak semua mengartikan sejajar dengan demikian. Wallahu a’lam.

Yang pasti, kita tidak mengetahui hakikat luas dan bentuk langit maupun Baitul Ma’mur kecuali sedikit. Jadi, bisa jadi ia sangat besar dan luas karena berada di langit yang sudah kita bisa bayangkan luasnya yang tak terhingga. Sebagaimana gambaran mengenai Kursi (singgasana) Allah yang Maha Besar, maka bumi, ataupun hanya Ka’bah amat sangat kecil dibandingkan dengan Baitul Ma’mur.

Semoga bermanfaat.

Baim

says:

Maaf.. saya cuman mau bertanya.. apakah pak ustad percaya bahwa manusia pernah pergi ke bulan?

Terima kasih

Ibadi Al Musthofa

says:

Ustadz di dalam Al qur’an sudah menjelaskan bahwa langit tidak bisa di tembus.

Wahai golongan manusia jika kamu mampu menembus melintasi penjuru langit dan bumi,maka tmbuslah.Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah) (Qs.ArRahman:33)

says:

Dan bukankah Allah memberikan pengecualian: bahwa menembus penjuru langit dan bumi itu hanya bisa dilakukan jika kita memiliki kekuatan (sulthan). Dan kenyataannya memang demikian, untuk bisa menjelajahi bumi saja, diperlukan aneka alat transportasi yang berkekuatan besar. Pesawat yang terbang ke angkasa, butuh kekuatan besar. Dan Allah memberikan kekuatan itu kepada kita manusia sehingga bisa menembus angkasa. Sama halnya ketika manusia ingin menembus bumi, membuat terowongan, mengebor kerak bumi dan semacamnya, itu semua perlu peralatan dengan kekuatan besar.

says:

Tergantung anda menafsirkan menembus itu seperti apa. Saya lihat orang membuat terowongan di bawah tanah, menghubungkan dua negara, dua kota dan semacamnya, itu adalah usaha menembus bumi. Dan itu semua bisa dilakukan hanya dengan kekuatan besar, peralatan yang amat kuat dan bahkan perusahaan atau negara yang kuat.

kurafatahayul

says:

afwan
bertanya tentang geografi bertanyalah kepada ahlinya bukan ustadnya yg disuruh jawab, “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui” (An-Nahl:43).

ustad ini menjelaskan sebagaimana ada dalam alquran, perdebatan ini tidak akan selesai karena ke2nya punya perbedaan pandangan,

bagi ana perkara bumi bulat atau datar saya gak peduli karena bukan ahlinya,

selama tidak membuat akidah jadi rusak, tetapi saya mengimani bahwa bumi itu dihamparkan “Dan (apakah manusia tidak mau memikirkan) bagaimana bumi itu dihamparkan?” (Al-Ghasyiyah: 20).

bagaimana dihamparkan ana jawab “wallahu a’lam”

says:

Apa yang saya sampaikan adalah untuk menunjukkan bahwa pandangan yang menyatakan BENTUK bumi secara keseluruhan adalah datar itu tidak sesuai dengan pengamatan dan kenyataan. Bentuk bumi sudah diketahui secara pasti oleh para ahli dan juga disampaikan melalui pengajaran: bentuknya bulat.

Dengan demikian, semestinya kita memahami ayat-ayat Al Qur’an sesuai dengan tambahan pemahaman mengenai bentuk bumi yang sebenarnya bulat tersebut. Karena itulah, para ulama yang faham akan ilmu bumi tidak begitu saja menyatakan bahwa bentuk bumi adalah datar berdasarkan kalimat di dalam al Qur’an. Mereka yang memahami akan menempatkan kata-kata dalam al Qur’an sesuai dengan konteks ilmiah.

Di beberapa artikel terkait, saya tuliskan juga beberapa fenomena ilmiah yang menunjukkan kebenaran bentuk bumi yang bulat dan bukan datar seperti kepingan CD. Tulisan tersebut dibuat agar orang awam bisa belajar dan faham akan ketidakbenaran teori flate earth.
Wallahu a’lam.

Arruhu

says:

assalamualaikum, saya melihat dari-tadi anda mencoba untuk menjelaskan.. bahwasanya teori bumi datar hanyalah “teori” saja.. tapi tahukah anda bahwa teori bumi bulat juga hanya “teori” saja?. 1200 tahun yg lalu kita umat manusia percaya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta, 500 tahun yg lalu kita percaya bahwa bumi itu datar.
500 tahun sesudahnya filsuf asal yunani Aristoteles menciptakan Teori bumi Bulat dan kemudian Manusia mulai berfikir bahwasanya Bumi itu benar benar bulat, Ditambahlagi Heliosentrisme yg ditemukan oleh Galileo, mulai saat itu sampai detik ini manusia percaya bumi ini bulat… ini semua hanya “teori”, jika anda bilang teori flat earth hanya sekedar “teori”.. bukankah tidak adil jika mengatakan teori bumi bulat adalah “fakta”?, Saya tidak pro dgn Globe-Earth, tapi juga tidak mendukukng sepenuhnya teori flat Earth.
Yang saya yakini, sebagai umat muslim, bahwasanya Ardhun yg kita pijaki saat ini adalah “pusat alam semesta”, bahkan Nabi dan Rasul pun diutus ke Bumi… bukan mars atau jupiter, dll.
Kita sebagai manusia hanya bisa ber-teori, jangan dibutakan dgn dogma-dogma yg anda terima selama berada di bangku sekolahan dan kuliahan, sehingga kepercayaan anda bahwa bumi itu bulat melebihi kepercayaan anda bahwa Allah lah yg telah mengatur semesta beserta isinya.
Lantas karena kita ber-teori.. tentu salah besar jika menganggap teori Heleosentris-nya Galileo itu fakta, dan juga teori Geosentris(flat-earth) juga salah jika dianggap sebagai Fakta.
Stop playing a “god”.. berhentilah bertindak seperti tuhan yg seakan tau segalanya, kita tak tau apa-apa. Mau bumi ini datar ataupun bulat, tidak ada hubungannya dgn Aqidah kita sebagai umat muslim, malah karena perdebatan ini terjadilah perpecahan antar umat se-agama, dan anda secara tidak langsung telah berpartisipasi dalam membuat hal tersebut.
Masalah Bentuk Bumi…wallahu a’lam

says:

Wa’alaikum salam,

saya katakan bumi datar itu sekedar teori karena ia tidak didukung fakta dan bukti2 ilmiah. Bumi datar yang dimaksud adalah apa yang digambarkan sebagai bumi berbentuk semacam kepingan CD. Yang saya fahami, sebuah teori dirumuskan untuk mencoba menjelaskan sebuah fenomena ilmiah. Jika bukti-bukti mendukung maka bisa diterimalah teori itu sebagai sebuah penjelasan atau fakta atau hukum berlakunya fenomena tersebut.

Sejarah perkembangan pengetahuan ‘manusia’ mengenai susunan dan gerakan bumi serta benda-benda langit yang anda runut menunjukkan usaha dan pencapaian manusia dalam memahami struktur bumi dan alam semesta. Dalam proses tersebut, kita tahu bagaimana para ilmuwan jaman dahulu mencoba menjelaskan berbagai fenomena alam dan bagaimana nilai kebenaran usaha mereka dalam ukuran pengetahuan terkini. Capaian ilmuwan terdahulu menjadi batu pijakan penyempurnaan pengetahuan manusia di masa setelahnya. Hingga akhirnya kita bisa melihat fakta yang lebih utuh tentang bentuk bumi dan susunan alam semesta.

Bumi bulat adalah fakta, demikian saya sebutkan, karena memang secara ilmiah dan bukti-buktinya menunjukkan demikian. Blog ini, artikel ini, dan artikel terkait hanya mencoba meluruskan dan menunjukkan bukti-bukti tersebut kepada kaum muslimin yang terjerumus kepada ajaran sesat ‘flatearth’.

Bolehlah jika anda menganggap Heliosentris Galileo sebagai teori karena bukti-buktinya di masa itu masih terbatas. Tetapi perkembangan iptek ratusan tahun setelah Galileo hingga kini telah demikian kuat mendukung teori tersebut dan melihat begitu banyak buktinya. Artinya, susunan tata surya dengan matahari di pusatnya dan bumi mengelilingi matahari adalah sebuah kenyataan atau fakta. Aneka pengamatan, perhitungan dan dokumentasi menunjukkan hal yang demikian. Sama dengan bumi bulat, ia bukan lagi teori tetapi sebuah fakta.

Apa bedanya ilmu yang kita terima di bangku sekolah dengan pengetahuan dan pendapat yang anda sampaikan melalui komentar ini? Jika anda menganggap itu semua hanya dogma, lalu apa sebutan untuk pendapat yang anda sampaikan yang entah anda dapat dari mana?

Saya tidak ‘playing God’. Saya hanya menyampaikan pengetahuan yang Allah karuniakan kepada saya, menyampaikan pemahaman yang Allah karuniakan kepada saya atas ayat-ayat-Nya baik yang tertulis di dalam al Qur’an maupun di alam semesta.

Para ilmuwan muslim pendahulu kita adalah pelopor dan peletak dasar ilmu pengetahuan moderen. Berbagai bidang ilmu mereka kembangkan berdasarkan kaidah ilmiah. Dan kaidah-kaidah yang sama telah dipakai para ilmuwan setelahnya dan diajarkan di bangku-bangku sekolah dan kuliah.

Manusia bukan tidak tahu apa-apa. Allah yang mengajari kita, termasuk anda. Allah tunjukkan berbagai fenomena alam dan cara kerjanya agar kita semakin beriman, takut serta mengapresiasi kebesaran dan kekuasaan Allah. Pengetahuan yang benar tentang alam akan membawa kita ke sana. Bukan pengetahuan yang tidak bisa dibuktikan dan bertentangan dengan fenomena alam. Bukan pengetahuan yang bersembunyi kepada pemahaman dangkal atas ayat-ayat Al Qur’an.

Danny Pw

says:

Ini ni…..km lihat bulan….truz km perhatikan knapa bulan bs terlihat sabit…tertutup bayangan yg melengkung…..namanya orang kl dh keras kepala…d tutup pintu mata hatinya….ngmng ap ja jg gk ada gunanya….baca Alquran an katam 1000 kali…tp suruh ngarti.in 1 surat aja…sy yakin kagak ngerti…Alquran.an itu d pahami…bukan d baca tanpa tau maksut tujuan nya dek…

Ihya

says:

Assalamu’alaikum.. saya mau bertanya pak ustad.. menurut Alquran dari potongan ayat surat Al-Baqarah ayat 150.. yg bunyinya, dimana pun kalian berada hadapkan lah wajah mu ke padanya (Ka’bah).. termaksud arah shalat.. jika bumi itu bulat.. dan Ka’bah tepat di arah jam 12.. saya berada di arah jam 6 dari bentuk bumi yg bulat.. maka saya bisa menghadap ke kiri, kanan.. depan atau belakang untuk menghadapkan wajah saya ke Ka’bah ketika shalat.. sedangkan arah kiblat itu adalah satu.. yaitu Ka’bah.. jika bumi itu datar.. maka hanya ada satu arah kiblat di mana pun kita berada,

says:

Wa’alaikum salam.

Adakah ketentuan yang menyatakan bahwa arah kiblat hanya satu saja? Pada prakteknya memang hampir seratus persen demikian. Tetapi jika kita berada di titik kiblat (misalnya di dalam Ka’bah), secara teori, kita bisa menghadap ke mana saja dan tetap dianggap menghadap kiblat karena memang berada di dalam kiblat itu sendiri. Demikian juga jika kita berada di titik yang tepat berlawanan dengan titik kiblat (titik antipoda kiblat) maka kita juga bisa menghadap kemana saja dan tetap dianggap menghadap kiblat.

Namun, pada kenyataannya, prakteknya, titik antipoda itu (posisi jam 6 dalam pertanyaan anda) berada di Lautan Pasifik sebelah barat Chili. Jadi, hampir tidak mungkin ada orang yang sholat di titik tersebut. Kalaupun ada, sholatnya tetap sah karena memang kemanapun ia menghadap, ia tetap menghadap kiblat.

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ – 2:115

Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Jadi, dalam bumi yang bulat ini, arah kiblat bagi setiap orang, di hampir semua titik di muka bumi (kecuali 2 titik saja), hanya ada satu arah kiblat.

Tahukah anda bahwa sejak jaman dahulu, para ilmuwan Islam sudah mengembangkan alat penentu arah kiblat berdasarkan pengetahuan bahwa bumi itu bulat? Mereka menghitung koordinat kota-kota yang jauh dari Mekah dan menentukan arah kiblatnya berdasarkan perhitungan trigonometri bola.

Silahkan juga lihat mengapa arah kiblat penganut bumi datar itu salah pada artikel terkait: http://blog.al-habib.info/id/2017/01/belajar-dari-bumi-datar-arah-kiblat-yang-salah/

med noor

says:

maaf anda mengambil contoh foto satelit ISS. padahal foto gampang sekali dimanipulasi dan dijadikan propaganda kaum kafir, sementara foto satelit kebanyakan dilakukan oleh meyoritas kaum kafir yang menentang islam/ menentang ajaran Allah.
1. Pertanyannya sekarang adalah: apakah anda menyaksikan sendiri pada saat mereka melakukan pemotretan yang menurut pengakuannnya dari luar angkasa, sehingga anda berani menjustifikasi itu benar????
Bisakah anda memberi contoh, semisal ulama islam yang melakukan penelitian, pemotretan, percobaal ilmiah lainnya????

2. belakangan sebagian dari pihak mereka sendiri banyak yang membantah melalui percobaan-percobaan ilmiah (tentang kasus gerhana, siang. malam) dan bukti dari isi bumi itu sendiri (pembuktian bumi datar dari sungai amazon, garis horizontal pada laut lepas pantai.

3. pembuktian logika misalnya tentang arah kiblat umat Islam. tidak masuk akal jika bumi itu bentuk bola (globe)

4. tidak ada keterangan di Al Quran bahwa bumi bulat, globe, oval seperti yang dikatakan para kafir melalui propagandanya.
Al-Baqarah 149;Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (ayat ini hanya berlaku jika bumi adalah hamparan datar)…Masya Allah!!!
“Dan (Ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” (Al-Kahfi: 47)
.
kesimpulan dari pembuktian 3 dan 4 sudah jelas, sebagai umat islam itu wajib kita percaya, karna kita umat islam tidak melakukan pemotretan dan penelitian langsung sementara sebagian kita berani memberikan argumen ilmiah yang kita sendiri tidak mengetahuinya
Maha benar ALLAH dari segala firmany-Nya

says:

Silahkan lihat juga artikel-artikel terkait yang ada di akhir dan awal artikel ini. Di sana anda bisa belajar mengenai fakta adanya satelit, arah kiblat yang benar dan beberapa hal lain yang menunjukkan kesalahan faham bumi datar.

Foto-foto satelit bisa dilihat di beberapa situs web. Foto-foto tersebut diambil oleh orang kebanyakan, para astronom amatir dengan aneka perangkat dari bumi. Fakta-fakta tersebut tidak bisa dibantah. Namun jika anda masih tidak percaya, itu adalah masalah anda.

Apakah bukti kebenaran yang datang dari orang non-muslim harus selalu kita tolak? Silahkan sampaikan dalil anda jika anda berpendapat demikian.

Berbagai macam konsep dan fakta ilmiah yang anda pelajari (kalau anda faham) sejak bangku sekolah berasal dari kajian banyak orang. Ada ilmuwan muslim ada yang kafir. Jaman dahulu, ilmuwan muslim mengambil ilmu dari kaum sebelumnya (kafir, menurut anda) dan mengembangkannya. Kemudian, ilmuwan-ilmuwan moderen (dimotori kaum eropa – kafir) belajar dari ilmuwan muslim dan mengembangkannya lagi.

Anda mungkin kenal hukum phytagoras. Itu adalah fakta matematis yang ditemukan orang kafir (menurut anda). Anda juga tahu air itu terdiri dari atom Hidrogen dan Oksigen, perbandingannya 2:1. Rumus kimianya H2O. Siapa yang menemukan fakta itu? Orang kafir.

Apakah kebenaran semacam itu akan kita tolak hanya karena ditemukan orang kafir?

says:

Tambahan no. 1. Apakah anda sudah pernah melihat sendiri oksigen dan hidrogen yang menyusun air? Fakta kebenaran tidak harus kita sendiri yang melihat atau melakukan untuk bisa diterima. Jika bukti sudah cukup, kebenaran bisa diterima. Kadang akal kita menolak, itu tandanya kita harus mempelajari lebih dalam. Benarkah tidak masuk akal, atau kita yang kurang paham, atau akal kita terselimuti faham dan keyakinan yang tidak benar.

No. 2 dan 3 silahkan dipelajari pada artikel2 terkait blog ini. Untuk No. 4, silahkan difahami kembali ayat tersebut dan konteksnya. Benarkah kata BAARIZATAN yang dipakai dalam kalimat ayat di atas berarti bumi itu datar sebagaimana yang difahami kaum Flat Earth? Sementara konteks ayat tersebut sebenarnya adalah di hari akhir, saat manusia nanti dibangkitkan kembali.

Imam Suyono

says:

ASSALAMUALAIKUM
“HAMPARKAN” ”DIHAMPARKAN” jika KALIMAT itu di per UNTUKKAN manusia Jadi jika ALLAH SWT saja memberi tahu kita bahwa bumi ini ”HAMPARAN” trus tiba-tiba kita bilang kalok bumi ini bulat kan gak nyambung.
, dan kita tau 1 BANDING 1.000.000.000 (bisa leih malah) UMAT MANUSIA yg melihat bumi ini bulat (JIKA BENAR), dan sebaliknya banyak yg melihat bumi ini datar dengan kemampuan jarak pandang manusia/menggunakan alat bantu lensa.
jadi ya gak ada salahnya kalok kita nganggap bahwa bumi ini datar tapi gak rata KKWKWKWKWKWKW…

says:

Wa’alaikum salam.

Benar, hamparan dan datar itu dalam batas pandangan dan aktifitas umum manusia di atas permukaan bumi saja.

Masalahnya adalah, mereka yang percaya teori Flat CD. Nah, ini yang tidak benar. Dari situ, mereka menolak bukti2 ilmiah dan memutarbalikkan fakta serta hukum alam.

Chairul

says:

Assalamualikum.
Postingannya menarik. Dan setelah membaca komentar lain rasanya sedikit lucu.
Kita sebagai manusia di berikan akal oleh Allah SWT untuk berpikir, dan sebagai muslim kita harus mengimani apa yg telah di sampaikan oleh kitab suci kita al quran.
Tidak salah jika ada yg beranggapan bumi datar atau bulat.
Pribadi sy berpikir bumi itu datar karna banyak teori sy cerna.
Dan kita sebagai manusia mari mencari kebenaran itu bukannya membenarkan apa yang ingin kita benarkan.

says:

Wa ‘alaikum salam.

Semoga Allah mengaruniakan kita kejernihan berfikir dan pemahaman yang benar. Tulisan ini mencoba mengajak kaum muslimin memahami kaidah ilmiah yang benar, yang sesuai dengan hukum-hukum alam dan tidak bertentangan dengan al Quran. Kami mempercayai, dan seharusnya kaum muslimin dan mukminin juga demikan, bahwa ayat-ayat Allah di alam semesta tidak bertentangan dengan ayat-ayat Allah yang tertulis di dalam Al Qur’an.

Kami mencoba menjelaskan kepada kaum muslimin betapa kelirunya mereka yang berpandangan bahwa bumi itu datar dalam artian bentuk keseluruhannya berupa lempengan piring yang datar. Hal ini karena, bentuk bumi datar yang demikian amat sangat tidak mendasar dan tidak bisa menjelaskan berbagai fenomena alam. Oleh karena itulah, di blog ini dibeberkan beberapa contoh kekeliruan dan kebohongan pengusung teori bumi datar.

arhal deloverz

says:

Kalau saja bumi itu datar
Mungkin, jika kita berdiri di atas gunung tertinggi di dunia kita dapat melihat semua bagian bumi
Atau jika kita berdiri di atas puncak gunung tertinggi di indonesia saat cuaca cerah kita dapat melihat gedung pencakar langit tertinggi di dunia yang ada di dubai.
Atau bisa saja puncak gunung tertinggi di dunia tidak perna mengalami gelap, jika sekalipun bisa gelap, mungkin kita bisa melihat matahari dan bulan ber edar bersamaan saat kita ada di puncak tertinggi..

sule ajah

says:

Assalamualaikum Wr Wb.
Habib bin Hilal, salam kenal
mohon dijelaskan kepada yng percaya bumi datar di QS Ar Rahman ayat 17 yang artinya : Tuhan kedua tempat terbitnya matahari dan Tuhan kedua tempat terbenamnya.

Widya Paramarta

says:

Assalamualaikum Wr Wb.
Habib bin Hilal, salam kenal.
saya sangat kagum sekali sama Habib yang menjawab dengan sabar semua pertanyaan dan komentar mengenai bumi datar dan bumi bulat.
apakah pertanyaan2 tersebut karena mereka benar2 tidak tahu atauu pertanyaan ngeyel.
saya yakin dan tidak meragukan sama sekali bahwa bumi itu bulat, dan sejauh saya ketahui tidak bertentangan dengan logika dan akal sehat dan sangat mudah dibuktikan.
Saya hoby membaca buku2 ilmu pengetahuan alam dan astronomi dan tafsir Quran, sehingga membaca pertanyaan dan pernyataan orang2 yang percaya dengan bumi datar, saya sangat emosional, tapi Habib bin Hilal sangat tenang membalas atau menjawab mereka, saya tahu bahwa Habib sangat geregetan menjawabnya.
Betul banget kata Habib disalah satu jawaban yaitu mereka orang Bodoh.
Terus terang, saya tidak sanggup berdiskusi dengan mereka, tapi Habib hebat, sungguh hebat masih bisa bersabar.
Dan yang lebih saya tidak suka dengan mereka, mereka membawa bawa ayat Quran untuk membenarkan teory mereka, yang sama sekali gak nyambung dengan teory mereka.
Wassalam

says:

Wa’alaikum salam,

salam kenal juga. Semoga Allah limpahkan tambahan ilmu yang bermanfaat kepada Anda karena ketekunan dan semangat mencari ilmu yang benar. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menambahinya ilmu.

Ibadi Al Musthofa

says:

Bisa saja ini trolls internet untuk mehancurkan kesadaran flat Earth

says:

Flat earth bukanlah kesadaran, namun kesalahan cara pandang dan ketidakmauan – atau ketidakmampuan – menerima fakta ilmiah yang terpampang dengan jelas bahwa bentuk bumi secara keseluruhannya adalah bulat. Bumi TERLIHAT datar saja dalam pandangan mata karena keluasan permukaannya dibandingkan dengan keterbatasan dan kecilnya ukuran manusia.

Sesungguhnya, kaum flat earth-lah yang lebih pantas disebut trolls internet karena menyebarkan kesalahan dan kesalahpahamn.

Ardy Iskandar

says:

Masalah teori perspektif sinar matahari yg menembus awan memang tidak bisa dijadikan rujukan utk memperkuat teori Bumi Datar.Tetapi 200 bukti teori bahwa Bumi Datar oleh Erick Dubay adalah simpel dan masuk akal.Coba diuraikan di blog ini,supaya adil.Jadi menganalisis suatu teori dari 2 pendapat,cover both side.

says:

Bumi datar dalam pengertian para penganut flatearth dan pengikut Erick Dubay hanyalah “teori”. Kenyataan yang ada adalah bumi itu bulat. Bumi “hanya” terlihat datar karena besarnya ukuran bumi dibandingkan dengan manusia dan penglihatannya. Jika kita hanya mengandalkan apa yang terlihat mata tanpa mempergunakan akal kita, hasilnya adalah meyakini bumi datar seperti lempengan CD. Sebuah keyakinan yang tidak ilmiah.

Jadi, sebenarnya tidak ada 2 teori. Bumi bulat adalah kenyataan, sementara bumi datar hanya teori yang tidak didukung oleh pengetahuan dan pembuktian ilmiah.

Blog ini hanya menyajikan beberapa kesalahan dari penganut teori bumi datar. Hanya sebagai contoh saja. Diharapkan dengan bantahan atas penganut teori bumi datar ini, kaum muslimin tidak lagi mengikuti teori yang tidak ilmiah tersebut.

Mungkin di lain waktu, jika Allah memberikan keluangan, kami bisa sajikan juga bantahan dari teori Erick Dubay.

Adrian Irsan

says:

apa begitu cara menafsirkan quran? sebuah ayat tidak bisa ditafsirkan per kalimat, dan tafsir yg ada bahkan sudah menjadi tafsir dari semenjak saudara belum lahir, kenapa saudara masih mengkaji tafsir yg sudah ada? tidak yakin dengan tafsiran Quran? Dan dalam tafsiran Quran manapun sama sekali tidak disebut bumi berputar, melainkan matahari dan bulan beredar pada porosnya. Lalu saya mau tanya, apakah ada 1 surat dan ayar yg menyebut tentang planet? Selalu disebut langit dan bumi dalam Al Quran.

says:

Silakan juga artikel Blog alhabib tentang apa kata ulama tentang ayat ayat aura semisal di atas. Kami tidak sembarangan mengaji ayat al quran. Ini hanya untuk memberi perspektif baru karena ada permasalahan baru.

Apa yang tidak disebutkan secara langsung di dalam al quran bukan berarti tidak ada atau tidak benar.

Kalau anda hanya membaca terjemahan saja, mungkin tidak ada kata planet. Tetapi di dalam al quran Allah menggunakan beberapa kata yang berbeda yang dalam terjemahan disebut sebagai bintang. Dalam kisah mimpi Nabi Yusuf, Allah menggunakan kata “kawkab”. Kata ini biasa digunakan untuk planet bagi orang arab. Lihat surat Yusuf, 12: 4.

Hardin

says:

bumi besar dan luas sdh terukur, ada diameternya ada kelilingnya, dan sebagainya.
bagaimana menurut Habib tentang pengujian kurvatur (curvature) bumi lengkung ini…?
sdh banyak pengujian yang dilakukan dengan laser ternyata KURVATUR itu TIDAK ADA, yang ADA PERSPEKTIF. mari sama-sama kita ukur pake kamera nikon P900 juga boleh…
Mohon Penjelasan….!!!
sebagai pembanding, sy lampirkan tabel kurvatur bumi bulat.

Rushdie Thaloe

says:

Menarik sekali pembahasannya. Dan salut juga sama pak habib mau merespon pertanyaan2…
Saya juga ada yang mengganjal ini, Quran surat as sajadah ayat:3 tentang penciptaan langit dan bumi..
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy…” (Qs. As Sajadah : 3).

Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy…”

Ceritanya hanya tentang langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya( matahari,bulan,bintang,planet lain yang ilmu modern telah ketahui), d alquran saya juga pernah baca kalo dulu langit dan bumi dulunya satu lalu di pisahkan(ilmu modern bilang teori bigbang). Jadi jangan jadikan matahari pusat tatasurya.. jangan bilang matahari diam.. jangan bilang bumi berputar dulu.. silahkan habib search dulu bagaimana peredaran matahari dan garis edarnya yang berarti matahari bergerak.

Di daerah manapun di indonesi(yg saya tau),dari kecil kita di ajarkan tentang bumi globe(tidak ada pembanding),karena sekarang ada pembanding,, monggo kita fikirkan lagi( afala tatafakkarun kata Allah).

Saya tidak simpatisan FE, mari kita sama2 belajar lagi.
Wallahu a’lam bissawab.

says:

Terima kasih atas komentarnya.

Tentang pengajaran bumi bulat, itu karena memang faktanya demikian. Sama halnya kita mengajarkan anomali air kepada semua anak-anak di sekolah, karena memang air itu memiliki sifat yang istimewa. Jadi, bukan karena tidak ada pembanding.

Buat apa mengajarkan sesuatu yang tidak bisa menjelaskan kenyataan kepada para murid? Buat apa menjelaskan sesuatu yang gagal menerangkan fenomena alam di sekitar kita?

Iptek yang berkembang di jaman sekarang ini dan juga diajarkan di sekolah-sekolah tidak sekedar mengenai bentuk bumi. Ia juga tidak sekedar hasil penelitian para ilmuwan barat. Ingat, ilmu pengetahuan moderen ini banyak dibangun dasarnya dan dikembangkan oleh para ilmuwan muslim juga.

Mari kita tafakuri.

Tata surya tidak sama dengan alam semesta atau langit dan isinya. Istilah tata surya, sebagaimana yang kita pelajari, hanya mencakup matahari dan delapan planet serta benda-benda langit di dalam sistem matahari kita. Itulah mengapa disebut tata surya, bahasa inggrisnya solar system.

Tata surya adalah bagian dari galaksi yang terdiri dari jutaan bintang (alias matahari). Galaksi memiliki sistem lain yang jauh lebih luas dan besar serta merupakan gabungan dari jutaan tata surya.

Kalau kita belajar lebih jauh tentang ilmu astronomi, kita akan tahu bahwa dalam skala tata surya, matahari adalah pusatnya. Pusat di sini berarti planet-planetlah yang mengelilingi matahari. Matahari “seolah” diam di tengahnya. Kata “seolah” saya beri tanda kutip di kalimat sebelumnya karena ia diam relatif terhadap gerakan planet-planet lain yang mengelilinginya. Tetapi dalam sistem galaksi, ia juga bergerak mengelilingi pusat galaksi. Jadi, tata surya kita, termasuk matahari yang berada di pusatnya, juga bergerak.

Lihatlah, adakah yang salah dengan ilmu pengetahuan moderen mengenai tata surya? Mengenai gerakan matahari dan planet-planetnya?

Matahari juga “seolah” bergerak jika dilihat oleh penduduk bumi. Dan ini disebut pergerakan semu matahari. Ada gerak semu harian ada gerak semu tahunan. Gerakan semu inilah yang kadang disebutkan pula di dalam Al Qur’an dan hadits.

Jadi, sekali lagi, tidak ada pertentangan antara ilmu pengetahuan moderen mengenai gerakan matahari, bulan, bumi dan benda-benda langit lainnya. Justru, dengan memahami secara benar apa yang telah dicapai iptek moderen, kita bisa melihat kebenaran ayat-ayat al Qur’an di dalam berbagai fakta ilmiah. Dengan dukungan data dan pengetahuan ilmiah ini kita bisa menambah keyakinan dan keimanan kita kepada Allah.

Deri Kusumah

says:

setuju bib, bumi bulat tak sempurna. lgipula bukan perdebatan baru kok bentuk bumi mah, sudah dari dulu dan setiap org bebas meyakini pendapatnya. tp yg ane lihat di video nya FE mah bukan tntang prdebatan bentuk bumi itu sendiri, lebih mirip “membenturkan” perbedaan pendapat trsbut buat chaos. walohualam.

says:

Masalahnya adalah kaum FE membodohi diri dan masyarakat dengan menolak fakta ilmiah bahwa bumi adalah bulat secara keseluruhannya. Bumi terlihat datar pada permukaannya saja, bagi manusia yang sangat kecil dibandingkan luas dan besarnya bumi. Penganut faham bumi datar, kemudian melebarkan pembodohan tersebut dengan menolak fakta-fakta ilmiah lainnya terkait berbagai fenomena alam.

Mereka bahkan mencoba mencari dukungan melalui kalam ilahi, al Quran melalui lisan para ustadz atau ulama yang belum faham dengan perkembangan iptek dan ilmu bumi & antariksa.

Aksi kaum FE yang seperti inilah yang pantas untuk diluruskan agar kaum muslimin tidak terjerumus kepada pemahaman yang salah.

says:

Banyak sekali. Silahkan dibaca artikel-artikel terkait di Blog ini. Matahari yang tenggelam, perbedaan gugusan bintang yang terlihat di belahan bumi utara dan selatan, foto-foto dari angkasa luar dsb.

Hasan Basri

says:

Terus video flat aerth episode 12 salah ya bib?, mohon penjelasannya agar tidak tersesat

Bad Boy

says:

Min, Coba di Approved Comment pos ane dibawah, knp udah beberapa kali ane post comment tidak Pernah di Approved??

says:

Mohon maaf, komentar anda bukan komentar tetapi artikel tersendiri yang mempromosikan faham bumi datar. Faham tersebut, dengan rujukan ke video flatearth101, sedang diluruskan melalui blog ini. Jadi, silahkan fahami betul2 apa yang telah kami sampaikan dalam artikel di blog ini.

Kami membuat artikel ini untuk meluruskan pemahaman keliru dari “bumi datar”.

Hardin

says:

bumi besar dan luas sdh terukur, ada diameternya ada kelilingnya, dan sebagainya.
bagaimana menurut Habib tentang pengujian kurvatur (curvature) bumi lengkung ini…?
sdh banyak pengujian yang dilakukan dengan laser ternyata KURVATUR itu TIDAK ADA, yang ADA PERSPEKTIF.
Mohon Penjelasan….!!!
sebagai pembanding, sy lampirkan tabel kurvatur bumi bulat. https://uploads.disquscdn.com/images/1012fdf194b6c6f93a8dbf00cf6aa59ad39edf1771b5bc0ea6cfa70b286116b8.jpg https://uploads.disquscdn.com/images/9973337b829f3eeef045198a05bc3480b5469a20b08f7f5895922e9274c349d3.png

says:

Percobaan laser yang mana? Banyak Percobaan laser pendukung flat earth yang tidak jelas pelaksanaannya.

Sebenarnya tidak perlu hingga pakai laser, penglihatan kita sendiri dengan bantuan kamera atau teropong bisa menyimpulkan adanya lengkung bumi. Matahari yang tenggelam, bintang yang berbeda antara belahan dunia selatan dan utara, kapal di ufuk yang mengulang bagian bawahnya terlebih dahulu adalah beberapa contoh adanya lengkung bumi.

Arfi

says:

Kalo pengujian laser dilakukan dari permukaan bumi, mgkin sama aja dgn melakukan pengukuran topografi ya bentuknya tidak akan bulat, hasilnya pasti relatif datar….. kalo pengujian dilakukan via satelit akan berbeda hasilnya (itupun tentunya hanya seluas cakupan satelit atas permukaan bumi saat dilakukan measuring dlm 1 waktu yg sama & tdk dapat memenuhi 1/2 lingkaran bumi)….mungkin sama dgn kata “hamparan” yg diwahyukan Allah SWT utk “penduduk bumi”.

Tries Zhedhlie

says:

Assalamu’alaikum.
Bapak Habib yang saya hormati. Salah satu sifat air adalah selalu memiliki permukaan yang rata atau datar, dan menekan kesegala arah. dan 70% dari permukaan bumi ini adalah air. pertanyaan saya apakah mungkin menerapkan sifat air yang demikian pada benda yang bulat, dan bagaimana penerapannya. Terima kasih.

says:

Wa’alaikum salam.

Air, dan juga benda-benda lain di muka bumi, dipengaruhi oleh gaya tarik bumi, gravitasi. Dan pusat gravitasi bumi adalah pusat bumi itu sendiri. Semua benda tertarik oleh bumi ke arah pusat bumi. Karena itulah, benda-benda selalu jatuh ke bawah, ke bumi.

Air pun sebenarnya juga “jatuh” ke bawah. Kita bisa lihat kenyataan ini, bahwa air selalu mengalir ke bawah, ke tempat yang lebih rendah. Ia akan jatuh selama tidak ada yang menahan. Jika ada yang menahan, baik yang menahan itu gelas kecil, ataupun dasar lautan, maka semua molekul air akan tertarik ke arah yang sama sehingga permukaannya menjadi datar.

Dengan demikian, sebenarnya air itu, di seluruh permukaan bumi, akan mengikuti bentuk bumi yang bulat karena tertarik ke satu titik, yaitu pusat gravitasi bumi.

Jika mengikuti permukaan bumi yang bulat, mengapa ia terlihat rata atau datar? Jawabannya adalah karena bumi itu sangat luas dan besar dibandingkan dengan jarak pandang manusia di permukaannya. Kita hanya bisa melihat sebagian kecil saja dari permukaan bumi, teramat kecil sehingga yang kita lihat hanya permukaan yang datar.

Namun jika kita bisa naik ke angkasa, kita akan bisa melihat jauh lebih luas dan melihat bentuk sebenarnya dari bumi itu, yaitu bulat.

Tries Zhedhlie

says:

kalau memang semua benda yang terdapat dipermukaan bumi ini ditarik oleh gaya gravitasi bumi lalu bagaimana dengan burung yang terbang bebas dilangit, balon yang bisa terbang diudara, serta benda yang mengapung dilautan. kalau memang adanya gaya gravitasi bumi tidak bakalan ada benda yang bisa terbang dan mengapung donk pak, karena semuaditarik kepusat bumi. bagaimana penjelasan anda…!!

says:

Karena ada kekuatan yang menahannya. Seperti kita lempar benda ke atas, itu artinya kita mendorong, memberi daya ke atas melawan arah gaya tarik bumi. Maka selama daya dorong ke atas lebih besar, maka ia akan naik ke atas. Saat tenaga dorong habis, ia ditarik lagi ke bumi.

Burung memiliki sayap sehingga ia mendapat tenaga dengan kepakan sayapnya tersebut. Seperti kita bisa melompat ke atas. Bentuk sayap burung juga membantu ia melayang di udara dengan memanfaatkan aliran udara yang memberinya daya angkat. Prinsip inilah yang dipakai untuk menerbangkan pesawat terbang.

Jika anda belajar fisika, anda akan memahami bagaimana semua pertanyaan itu bisa dijawab. Gravitasi bumi hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi gerakan benda-benda di muka bumi.

galuh setyawan

says:

asalamualaikum maaf saya ganggu…. memang betul semua yg di beri gaya pasti mempunyai tenaga untuk melawan gravitasi….. tapi pak habib yg terhormat bukan kah bumi bisa menahan batu yg besar nya berkilo2 meter dan air yg berat nya sampai gak ke ukur sampai nempel dan berbentuk bola….. berapa sih pak teaga kita buat ngelempar batu dan seberapasih tenaga burung untuk terbang….. bisa melawan gravitasi yg kekuatan nya bisa nahan batu sebesar itu dan bisa menahan air laut untuk gak lepas dari bumi….. tolong penjelasan nya….

says:

Wa’alaikum salam,

besarnya gaya tarik bumi dengan benda-benda di permukaannya berbanding lurus dengan besarnya benda-benda tersebut, atau istilah fisikanya massa dari benda-benda tersebut. Jadi, semakin besar massa suatu benda, semakin besar pula gaya tarik bumi terhadap benda itu. Demikian juga sebaliknya.

Hal ini bisa kita rasakan sebagai berat dari suatu benda. Sesuatu yang enteng, berarti dia memiliki massa kecil dan ditarik dengan lemah oleh bumi. Sebaliknya, sesuatu yang berat memiliki massa yang tinggi dan ditarik pula dengan kuat oleh bumi.

Hal ini bisa dipelajari lebih jauh dalam bidang ilmu fisika.

Jadi, secara kasar, kalau ada burung beratnya 1 kg, berarti kita perlu tenaga 1kg untuk mengimbangi gaya tarik bumi terhadap burung tersebut dan menahannya di udara, tidak jatuh ke bumi. Sementara itu, jika ada gunung yang beratnya jutaan ton, ya perlu tenaga setara jutaan ton itu agar kita bisa mengangkatnya dari bumi.

Semoga membantu.

galuh setyawan

says:

Ok pak habib selajut nya saya tanya ada jelaskan tadi bukan kah teori berat jenis… Memang kalau garafitasi ada …. Kata nya bulan juga punya grafitasi sampai air laut juga ikut pasang dan turun…. Tp knp bulan gak nempel ke bumi aja… Bulan bisa pengaruhi air laut berarti bulan juga bisa terpengaruh gravitasi bumi tp knp bulan… Masih bisa keling2 gitu tanpa ada pengaruh nya…. Terus katanya revolusi bumi dan revolusi bulan di karenakan gravitasi…. Apa mungkin gaya tarik menarik bisa bikin suatu benda bisa kliling2 di mana logika nya pak … Met hari romadon n met puasa pak habib… Kita di sini diskusi ya bukan cari debat….

says:

Dengan ilmu pengetahuan, dengan melalui berbagai eksperimen, percobaan dan pengamatan, para ilmuwan bisa menguak sedikit demi sedikit bagaimana Allah menciptakan alam semesta ini. Gaya gravitasi hanyalah salah satu dari gaya-gaya yang bekerja pada benda-benda di alam ini. Allah tidak hanya menciptakan gravitasi, ada energi dan gaya lainnya. Kombinasi dan interaksi antar berbagai gaya dan energi yang telah Allah ciptakan dan tetapkan bagi masing-masing benda langit itulah yang menyebabkan berbagai gerakan, rotasi, revolusi dari mereka.

Bulan bergerak dengan kecepatan tertentu yang menjadikannya tidak jatuh tertarik ke bumi. Demikian juga burung, pesawat dan benda-benda lain, perlu memiliki atau memperoleh energi agar bergerak dan tidak tertarik ke bumi. Dengan kecepatan dan energi yang cukup, pesawat bisa terus menerus mengelilingi bumi tanpa tertarik, jatuh ke tanah. Prinsip ini pula yang digunakan untuk melontarkan roket ke luar angkasa terbebas dari gaya tarik bumi. Prinsip yang sama juga digunakan untuk menempatkan satelit-satelit agar terus berada di angkasa tanpa jatuh ke bumi.

Jadi, gaya tarik menarik hanya satu aspek, satu sisi dari pergerakan benda-benda langit.

Permisalan sederhananya adalah seperti sebuah bola/bata yang anda ikat dengan tali kemudian anda putar-putar mengelilingi tangan anda. Bola tersebut akan tetap bisa bergerak mengelilingi tangan anda selama anda memberikan ayunan, energi dan kecepatan dan tali tersebut tetap mengikatnya. Jika tali tersebut putus, tidak ada lagi tarikan yang menahan batu tersebut ke tangan anda, ia akan lepas dari tangan anda.

Semoga permisalan di atas bisa menjelaskan.

Saya tidak berpura-pura mengerti semua kaidah pergerakan benda langit. Tetapi dengan mengikuti kaidah berfikir ilmiah dan penjelasan dari pakar dan ahli di bidang masing-masing, kita bisa belajar dan memahami penjelasan dari berbagai fenomena alam.

Kaidah ilmiah, penjelasan yang berbasis observasi dan fakta alamiah, tidak bisa didapatkan dari para penganut faham bumi datar. Beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan dengan faham bumi datar sudah saya sampaikan di artikel-artikel seri belajar dari “bumi datar”. Banyak logika yang tidak bisa diterima dari faham bumi datar terkait fenomena alam yang bisa kita saksikan dengan jelas, semisal terbit dan tenggelamnya matahari, panjang dan pergantian siang malam yang berbeda-beda untuk lokasi dan musim yang berbeda, fase bulan yang hampir sama di tiap lokasi di muka bumi, dan masih banyak lagi.

Silahkan, jika anda memiliki penjelasan dari berbagai fenomena alam tersebut yang masuk akal berdasarkan bumi datar, dapat disampaikan di sini.

says:

Penganut faham “flat earth” mencoba menjelaskan ketiadaan gravitasi dengan teori berat jenis. Padahal, dalam kajian ilmiah ilmu pengetahuan moderen, berat jenis ini bukan teori, tetapi merupakan sifat dari suatu benda yang telah diketahui pengaruhnya. Kaum “flat earth” mengatakan gravitasi tidak ada. Tetapi mereka selalu membayangkan ada “atas dan bawah”. Mereka menyatakan bahwa balon bisa terbang ke atas karena berat jenisnya yang lebih kecil daripada udara. Pertanyaannya, mengapa ia harus terbang ke atas dan tidak ke bawah atau ke samping jika hanya karena perbedaan berat jenis. Bukankah, berat jenisnya berbeda dengan udara yang ada di samping maupun di bawahnya. Mengapa ia ke atas saja?

Mungkin anda bisa jelaskan.

galuh setyawan

says:

Yaw karena udara yg ada di bawah itu lebih banyak sehingga membuat si balon dengan berat jenis lebih ringan jadi terbang ke atas… Jadi ni pertanyaan aku di jawab jadi pertanyaan pak.

says:

Kalau balon itu ada di tanah, tebal udara di bawah balon jauh lebih kecil daripada tebal udara yang ada di atas balon. Jadi, yang di atas balon jauh lebih banyak.

says:

Bumi dan bulan saat ini ibarat sedang tarik tambang. Kedua-duanya memiliki gravitasi, dan karena bulan gravitasinya lebih rendah maka bulan kebawa-bawa oleh bumi dan mengelilinginya.
Coba anda tarik tambang dengan orang lain, apakah anda nempel?

Arfi

says:

Maaf, dipersingkat aja bib……gak ada berat jenis kalo gak ada gravitasi….hehehe…

says:

Ya, berat adalah fungsi dari gravitasi. Kalau gravitasi kecil, berat jadi kecil. Makanya orang terasa melayang-layang kalau di angkasa luar.

sony bintang

says:

Maaf pa habib.. burung akan kehabisan tenaga klo mau melawan gravitasi bumi pa..

Zul

says:

Loh katanya semua ditarik bumi karena gravitasi ? Kalu gitu bukan gravitasi namanya . Melainkan BERAT JENIS

angga

says:

asalam mualaikum bib maaf ya saya mau tanya kan semua benda menempel pada bumi bib karna bumi mempunyai gaya tarik itu yg di ajar kan sekolah2 kepada kita. dan penjelasan grafitasi bumi secara visika itu bagai mn bib karna banyak udah yg saya tanya tidak bish jawab mudahan habib bish menerangkan secara fisika dan bukan dengan mengira2????

Barbarian King

says:

Paham yang ane tau
1. Bumi berputar mengelilingi matahari kurang lebih 108.000 km / jam..
yang ane tanya, ketika pesawat keluar dari bumi, bagaimana dia bsa mengikuti kecepatan bumi mengelilingi matahari??

jika habib bilang ‘banyak’ berdasarkan satelit2. ya dengan pertanyaan yang sama, bagaimana bisa satelit mengikuti orbit bumi yang mengelilingi matahari.

says:

Mungkin anda agak kebingungan membayangkan bagaimana bisa pesawat atau satelit itu memiliki kecepatan secepat bumi mengelilingi matahari.

Sebenarnya perumpamaannya sederhana saja. Anda atau manusia lainnya tidak akan mampu berlari secepat bus, kereta api atau pesawat terbang. Namun, jika anda duduk di dalamnya, maka anda sebenarnya bisa bergerak secepat kendaraan tersebut. Demikian juga, pesawat atau satelit yang mengelilingi bumi. Mereka seolah-olah naik kendaraan yang bernama bumi. Jadi, karena mereka masih dalam tarikan gravitasi bumi, mereka bisa bergerak bersama-sama bumi dengan kecepatan 108.000 km/jam relatif terhadap matahari.

Semoga bisa difahami.

Zul

says:

1. Mengapa elektron berputar mengelilingi inti atom.

Menurut Newton itu karena Gravitasi, persis seperti Bumi mengelilingi Matahari.

Tapi, menurut Niels Bohr -penemu Quantum Leap- itu disebabkan oleh eletromagnetik.

Tak ada gravitasi pada atom. Dan itu membuktikan bahwa rumus gravitasi Newton tidak berlaku pada atom.

Jadi yang benarnya adalah karena elektromagnetik, seperti diungkapkan oleh Niels Bohr.

Itu dikarenakan pada waktu Newton menemukan teori gravitasi, dia tidak tahu ada elektromagnetik.

Oleh sebab itu Newton berasumsi bahwa planet mengelilingi Matahari karena GRAVITASI.

2. Mengapa Matahari dan Bulan beredar pada porosnya?

Menurut Newton itu karena gravitasi, karena memang itu tujuannya mengungkapkan teori gravitasi.

Tapi menurut Nikola Tesla, itu disebabkan oleh eletromagnetik. Persis seperti yang terjadi ketika elektron mengelilingi inti atom, yang dikatakan Niels Bohr.

3. Mengapa besi tenggelam sedangkan gabus mengapung di air?

Menurut Newton itu karena gravitasi. Ini jelas salah.

Yang benar adalah karena Berat Jenis berbeda seperti dikatakan oleh Archimedes.

4. Mengapa balon Helium bisa terbang di udara?

Apakah Newton akan mengatakan karena ANTI GRAVITASI?

Yang benar adalah karena Berat Jenis seperti di katakan Archimedes.

Dikatakan bahwa karena gravitasi membuat semua yang ada di Bumi menjadi stabil. Bukankah dengan teori yang sama bisa dibuat Bumi kotak atau trapesium?

Barbarian King

says:

ane tertarik sama kata2 habib…
tolong kasih tau yang benar yang bagaimana bib…

sama jika memang benar adanya gravitasi, lalu kenapa balon udara bisa terbang?

says:

Silahkan dibaca jawaban saya pada komentar-komentar terkait.

Gaya gravitasi bumi hanyalah salah satu dari gaya-gaya yang bekerja pada benda-benda di permukaan bumi. Besarnya gaya tarik bumi terhadap benda-benda di permukaannya tergantung dengan massa benda dan seberapa jauh benda tersebut dari bumi. Benda dengan massa kecil, maka gaya gravitasi yang dirasakan benda tersebut juga kecil. Inilah yang kita rasakan sebagai berat.

Anak kecil akan terasa lebih ringan dibandingkan dengan orang dewasa karena perbedaan massa. Demikian juga balon udara. Karena ia memiliki massa yang kecil maka gaya tarik gravitasi bumi terhadap balon tersebut juga kecil.

Anda akan lebih mudah mengangkat balon dibandingkan anak kecil. Dibutuhkan gaya yang kecil untuk bisa membuat balon terbang. Darimana gaya tersebut? Bisa dari berbagai sumber. Dari tiupan angin, atau bisa juga dari gaya angkat yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara. Gaya angkat inilah yang ditemukan oleh Archimedes untuk bisa menjelaskan mengapa ada benda yang tenggelam, mengapung di air. Gaya angkat ini juga berlaku di udara. Dan gaya angkat ini terjadi salah satunya karena adanya gaya tarik bumi.

Sebagian orang, terutama yang percaya flat earth, menyatakan bahwa itu karena perbedaan berat jenis. Ya, sederhananya adalah karena itu. Tetapi perlu diingat bahwa konsep berat itu ada karena gravitasi. Yang disebut berat suatu benda sebenarnya adalah sebarapa kuat tarikan gaya gravitasi bumi terhadap benda tersebut.

Itulah mengapa berat anda akan terasa ringan jika berada di bulan. Hal ini karena massa bulan lebih kecil daripada bumi dan karenanya gaya tariknya terhadap anda lebih kecil dibandingkan bumi.

Semoga bermanfaat.

Ibadi Al Musthofa

says:

Teknik pertama elite global adalah membuat supaya tidak mempertanyakan lagi

says:

Saya menyatakan demikian karena memang ada kesalahan dalam pemaparan di atas, tidak utuh dalam memahami pelajaran fisika. Contohnya, pernyataan pertama: tidak ada gravitasi dalam atom. Tanyakan kepada orang yang berilmu, semua benda yang memiliki massa akan memiliki gaya tarik (gravitasi) terhadap massa lainnya. Termasuk atom. Namun karena amat kecil massanya, maka gravitasinya juga sangat kecil dan gaya elektromagnetik dalam tingkatan atom lebih berperan atau lebih kuat efeknya.

Jadi sudah ada kesalahan dalam memahami ilmu fisika, jadinya kesimpulannya pun salah.

Silahkan dilacak kebenarannya untuk pernyataan2 lainnya.

sony bintang

says:

Pak habib sy bukan ahli agama.. ttp klo dilihat banyak yg menggunakan kata2 dihamparkan berarti cenderung ke bumi datar (bukan rata).. dulu sy bangga dan takjub pada Amerika yg berhasil menerbangkan astronot.y ke Bulan.. saya dulu sangat yakin itu.. tp skrg ketika pikiran kita mulai terbuka . kita tahu itu hanya sekedar alat propaganda perang dingin.. ternyata g ada foto bumi bulat asli.. para astronotpun terkesan enggan dg media.. neil amstrong yg kt.y org pertama yg menginjakan kaki dibulan terus orang yg memvideo orang ke berapa? .. Bulan dimanapun berada selalu menampakan wajah yg sama?… hal itu menjadikan tanda tanya besar bagi yg fikiran.y terbuka..

says:

Sudah saya jelaskan di artikel tersebut, bahwa dihamparkan di sana karena memang bagi manusia yang sangat kecil dibandingkan ukuran bumi, bentuk permukaan bumi itu seperti datar. Hal ini tidak menghalangi bahwa bentuk bumi secara keseluruhan adalah bulat. Karena saking besarnya, maka permukaan bumi itu terlihat terhampar.

Silahkan direnungkan lagi.

Jika anda tidak mempercayai foto-foto bumi bulat dari berbagai wahana antariksa, maka foto bumi datar pun TIDAK ADA. Yang ada hanyalah CGI bumi datar.

Neil Armstrong tidak sendirian saat berada di bulan. Ada temannya.

Bulan selalu menampakkan wajah yang sama sudah ada penjelasannya dalam ilmu bumi dan antariksa berbasis bumi dan bulan yang bulat. Justru jika bumi datar seperti gambaran penganut faham Bumi Datar (kayak keping CD), seharusnya kita akan bisa melihat punggung bulan. Kenyataannya tidak demikian.

sony bintang

says:

berarti orang yg memfoto/video neil amstrong itu dong yg jadi orang pertama yg menginjakan kaki di bulan? wajah bulan yg sama menunjukan bahwa bulan dan bumi tidak berotasi..

says:

Neil Armstrong turun duluan, dia direkam oleh kamera yang dipasang pada badan pesawat pendarat. Semisal dengan apa yang kita lakukan dengan tongsis/tripod sekarang.

Coba mas Sony berhadapan dengan seorang anak kecil. Terus pegang kedua tangan anak kecil tadi dengan erat. Kemudian berputarlah di tempat sambil memutar sang anak. Wajah sang anak akan terus menghadap anda padahal anda berputar dan sang anak juga berputar.

sony bintang

says:

lho kan video.y memperlihatkan neil amstrong turun dari badan pesawat.. wah analogi.y ko anak ga berotasi.. coba klo anak suruh berotasi.. pasti wajah.y ada yg membelakangi saya.. sudah sy praktekan pa habib..

says:

Silahkn baca-baca lagi Mas. Sebelum menjejakkan kaki ke bulan, Neil Armstrong keluar lewat tangga dan menyiapkan kamera untuk merekam saat ia turun ke permukaan bulan. Setelah kamera siap, dihidupkan, barulah ia lanjut turun ke prmukaan bulan.

Si anak juga berotasi. Tetapi karena waktu rotasinya sama dengan waktu ia mengelilingi anda, jadilah kesannya ia diam saja. Coba perhatikan, misalnya anda mulai dengan menghadap utara. Si anak sekarang menghadap anda, berarti menghadp selatan. Nah, setelah anda ber-rotasi 180 derajat, anda menghadap selatan. Si anak sekarang menghadap utara, menghadap anda. Artinya si anak juga ber-rotasi 180 derajat. Begitu Mas Sony.

Para ilmuwan sudah bisa menghitung berapa lama rotasi setiap planet dan satelit-satelinya, bulan-bulannya. Tidak semuanya sama. Ada yang cepat ada yang lambat. Nah bulan kita ini, bulan panet bumi termasuk yang unik.

sony bintang

says:

sy lihat analogi lain tentang rotasi bulan di website lain.. harusnya ada bagian bumi lain yg melihat wajah bulan berbeda ..

says:

Ya, tetapi mungkin cuma sedikit sekali perbedaanya.

Yang utama, bentuk bumi bulat secara keseluruhannya adalah fakta ilmiah yang tidak bertentangan dengan wahyu Allah yang meciptakan bumi itu.

heero yuy

says:

Pak habib, bukan FE yang jadi permasalahan nya, mau bumi itu bulat, kotak dan lain sebagainya, tapi tujuan terselubung dibalik itu semua yang harus kita kawatirkan elit global bermain dibelakang itu. dan kita sebagai muslim harus saling mengingatkan.

says:

Terima kasih atas pengingatnya.

Namun, jika FE bukan permasalahannya, mengapa kaum FE sedemikian getol mengkampanyekan bahwa bumi itu datar? Dan menolak bahwa bumi itu bulat?

Mohon dipisahkan antara ilmu pengetahuan, fakta alam dengan teori konspirasi. Allah ciptakan alam semesta dengan kebenaran, dengan kadar dan ukuran tertentu, dengan hukum-hukum yang haq. Karena itulah, kita bisa mempelajari hukum-hukum alam tersebut.

Perkara ada elit ilmuwan yang jahat atau memiliki agenda tertentu, itu harus dihadapi dengan cara lain. Bukan menyalahkan semua hukum-hukum ilmu pengetahuan yang memang sudah terbukti kebenarannya dan bisa dicek oleh semua orang.

Jika anda khawatir dengan elit global, anda juga semestinya khawatir dengan elit di belakang video FE. Siapa sih sebenarnya dia? mengapa anda tidak khawatir bahwa ia memiliki tujuan terselebung juga? Membodohi umat islam, misalnya?

heero yuy

says:

karena saya sudah menonton semua videonya, dan saya sudah menyimpulkan nya.
ini hanya sekedar mengajak bila tidak berkenan tidak ada unsur pemaksaan.
trima kasih sebelum nya wasalam : )

says:

Karena saya pun sudah menonton videonya, maka saya tulis di Blog ini agar umat islam tidak tersesatkan oleh video FlatEarth101. Tidak ada pula unsur pemaksaan, semoga bermanfaat.

Hardin

says:

bumi besar dan luas sdh terukur, ada diameternya ada kelilingnya, dan sebagainya.
bagaimana menurut Habib tentang pengujian kurvatur (curvature) bumi lengkung ini…?
sdh banyak pengujian yang dilakukan dengan laser ternyata KURVATUR itu TIDAK ADA, yang ADA PERSPEKTIF.
Mohon Penjelasan….!!!
sebagai pembanding, sy lampirkan tabel kurvatur bumi bulat.

Hendry Eko

says:

Harusnya klo perspektif bukankah seharusnya matahari terbit dan terbenam dg cara menjauh, yg berarti semakin terlihat mengecil
Kenyataan tiap hari sy lihat tdk demikian, justru ada bulan2 tertentu malah terlihat lebih besar dr biasanya

Raihan Rabbani

says:

NASA juga dibuat sama orang kafir, kenapa bapak percaya sama NASA? Kan itu orang kafir. Kan kata bapak ga boleh ngikutin orang kafir. Jadi bingung nih pak?

says:

Bukan tidak boleh, dalam hal kebenaran sains kita bisa mengikuti siapa saja. Saya tekankan dalam beberapa komentar bahwa FE itu dikembangkan orang kafir sebagai respon komentar yang miring tentang data dari NASA yang kafir yang dianggap mendukung bumi bulat.

Arfi

says:

Iya bib, kadang karena penemunya org kafir lalu dianggap salah meski di Al Quran sdh disebutkan (& diingatkan jadilah org2 yg berfikir)…..kecepatan cahaya aja sdh ada di Al Quran ( waktu Jibril membawa urusan ) yg besarannya sama dgn yg ditetapkan nasa….org pertama yg nemunya einstein, nilainya kurang lebih….einstein org yahudi….& Allah berikan kelebihan otak pada org yahudi, tp kadang banyak kita muslim gak mau terima….fisika jg adalah hukum yg diciptakan Allah yg dituruti & dilaksanakan alam semesta termasuk bumi.

says:

DATAR / HAMPARAN ITU SUDAH DI JELASKAN , KALAU KARPET KITA GULUNGKAN KE GLOBE YANG BESAR, DAN SEMUT SEBAGAI MANUSIANYA, PASTI SEMUT ITU MENGANGGAP DATAR ( KARENA LUAS )

LAGIAN POPULASI MANUSIA DI DUNIA INI SUDAH BANYAK BELUM DI TAMBAH BINATANG, PESAWAT2 YANG LALU LALANG, MASA IYA TIDAK ADA YANG MENTOK. ( UJUNG BUMI ) ( YANG DI GAMBARKAN ADALAH ADA PULAU TERSEMBUNYI ” HANYA ORANG KEPENTINGAN SAJA YANG TAHU ” ITU SIH JAGONYA HOLIWOOD BUAT KARANGAN FIL ”

KALAU SAYA PERCAYA BUMI ITU BULAT TIDAK SEMPURNA ” SEPERTI TELUR “, SEPERTI APA YANG DI JELASKAN DI ATAS.

PERCAYA PADA AL-QURAN, BUKAN PADA PROBAGANDA ( ANIMASI GRAFIS ) YG TUJUANNYA UNTUK MELEMAHKAN KEBENARAN SAINS AL-QURAN.
( SUDAH MULAI MASUK JAMAN FITNAH BRO ) PERANG PEMAHAMAN DAN CUCI OTAK.

MUSLIM YANG MILIH DATAR MENYALAHKAN NASA/YANG BUMI BULAT, TAPI BISA SAJA INI PROBAGANDA MEREKA, SAMA HALNYA KITA MENUNJUK KE ARAH CERMIN.
( ALIAS TIDAK SECARA LANGSUNG KITA MENYALAHKAN AL-QURAN ITU SENDIRI )

MASIH INGAT KEJADIAN ” PESAWAT MALAYSIA AIRLINES ” DI MANA SEKARANG BANGKAI PESAWATNYA ? ADA YANG BILANG GAK BISA PULANG, KARENA KEHABISAN JALAN DI BUMI ( MENTOK KE UJUNG )

SETELAH PESAWAT HILANG GAK KETEMU, TIDAK LAMA KEMUDIAN PAHAM BUMI DATAR MULAI MENAMPAKAN KE AXISAN NYA SEOLAH-OLAH INGIN MEMBUAT PEMAHAMAN/FAKTA BARU YANG MENGHEBOHKAN DAN MELEMAHKAN KEBENARAN AL-QURAN. .

DI BOHONGIN PAKE AYAT ITU, PADAHAL MEMANG KEBENARANNYA ITU.

MAU PERCAYA YANG BILANG BOHONG ATAU PERCAYA KEBENARAN ( AL-QURAN ?

INTINYA ALLAH SWT ITU MAHA BIJAKSANA LAGI MAHA MENGETAHUI ( MUNGKIN SAJA ALLAH SWT SENGAJA TIDAK TERLALU MENEGASKAN PRIHAL INI.

” MUNGKIN INI ADALAH SALAH SATU UJIAN UNTUK KITA ” AGAR KITA SEBAGAI SESAMA MUSLIM UNTUK MENGAMBIL HIKMAH DAN TETAP BERSATU WALAUPUN ADA PERBEDAAN PEMAHAMAN. ( JANGAN TERPECAH )

ATAU MUNGKIN JUGA INI ” SEBAGAI MOTIVASI AGAR UMAT MUSLIM GIAT BELAJAR DAN AHLI BERBAGAI BIDANG ASTRONOMI ” KALAU SEORANG MUSLIM SUDAH AHLI MASA IYA MAU MENGINGKARI.

HANYA ALLAH SWT YANG TAHU SEGALANYA..

Madridista

says:

Sebenarnya kalo uda. Nnton F E pastii paham

says:

Justru karena sudah nonton, tulisan ini dibuat untuk menunjukkan kesalahan video FE tersebut.

madridista

says:

Udah di bayar berapa emangnya oleh NASA….
Heran saya nama al habib tapi lebih membenarkan sains Dari pada al Quran
Tanda kiamat

says:

Bukan lebih membenarkan sains daripada Al Qur’an tetapi menunjukkan sains yang benar itu sejalan dengan Al Qur’an.

Video FE itu penuh kebohongan atau comot sana sini untuk mendukung faham FE yang tidak sesuai kenyataan.

Silahkan dibaca kembali artikel2 terkair FE di blog ini dan tidak sembarang menuduh orang dibayar NASA karena berbeda pendapat.

cas

says:

Menurut saya lebih baik blig ttg bumi ini di hapus..karna hanya mnimbulkan konflik..bahkan ditakutkan misal “salah” maka sampai akhirat akan di pertanggungjawabkan..apalagi membawa banyak pengikut.
Cukuplah kita membeberkan yg sudah pasti faktanya..lebih pasti pula mendapat pahala he..

says:

Terima kasih atas perhatiannya. Namun, kami percaya akan kebenaran bahwa bumi adalah bulat. Tujuan dituliskannya artikel ini adalah untuk menunjukkan kesalahan dari penganut faham bumi datar yang dipopulerkan oleh orang kafir.

says:

min, Nassa dengan Versi bumi Bulat (GE) Sudah Meraup keuntungan Ribuan Trilliun dr setiap Penelitian dan Pengorbitan Satelit.. mungkin sampai saat ini Jutaan Satelit sedang Mengantung/Melayang di sana, tapi apa.. tidak ada satupun Satelit yg terlihat (Hoax). Membodohi Negara2 Muslim agar Bisa Menerbangkan Satelitnya ke Ruang angkasa!!! Nassa (Kafir) akan Bangkrut Jika Ummat Islam dapat Mematahkan teori GE. ingat min, Langit Bukan Alam Semesta. Konspirasi Global Nassa (Kafir) Demi menguasai Bumi dan Mendanai Perang Hancurkan Negara Muslim.

says:

Silahkan dibaca artikel-artikel terkait lainnya. Khususnya mengenai Satelit Tidak Ada di sini sudah dijelaskan: http://blog.al-habib.info/id/2017/01/belajar-dari-flat-earth-foto-satelit-tidak-ada/

Jika kaum muslimin mempercayai faham bumi datar yang gerakan moderennya diusung oleh orang-orang kafir, ya silahkan. Kita akan semakin bodoh dan tertinggal.

Madridista

says:

Ya menurut saya Islam yang paham ya pastinya bumi itu datar Dan flat earth sudah membuktikannya lewat al Qur’an……
Mengenai satelit….
Kemarin waktu banjir di bima telkomsel mengingatkan bahwa jaringan sedang bermasalah ya memang karna pemancar telkom ikut terkena banjir…na di mana peran satelit kalau memang benar satelit itu Ada…

says:

Silahkan dibaca mengenai Satelit di Blog Alhabib ini juga.

Mengenai kenapa saat banjir, jaringan seluler bermasalah, bisa saja demikian. Satelit tidak digunakan untuk mengirimkan data seluler ke semua pesawat telepon atau smartphone. Ada sistem dan tata kerjanya. Biasanya satelit berkomunikasi dengan stasiun2 pemancar ulang yang dibangun di tempat-tempat tertentu. Barulah dari pemancar ulang ini data komunikasi dilanjutkan ke pemancar-pemancar yang dekat dengan pengguna telepon genggam. Nah, jika pemancar-pemancar ini kebanjiran juga atau sumber dayanya hilang karena banjir, tentu saja akan ada gangguan.

Silahkan dipelajari lebih jauh tentang satelit sebelum mengambil kesimpulan salah.

hendra

says:

saya seorang pelajar dan saat disekolah saya belajar betapa munfiknya dunia manusia selalu berbicara melampaui kodratnya ‘[55:33] Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup melintasi penjuru (aqthar) langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kewenangan (keahlian / kekuasaan).flat earth bukan teori melainkan kesimpulan dari orang yang mencari tahu bukan sok tahu,bukan fakta jika diolah dari data yg salah lebih baik cari sendiri faktanya maka akan semakin banyak orang akan tahu realitas asli dunia ,,,,, karna kebenaran akan tampak menyesatkan di mata orang yg benar2 tersesat

says:

Saya pernah menjadi pelajar dan terus belajar agar bisa membedakan mana yang benar mana yang salah. Bisa mengambil hikmah dan mencerna ayat-ayat Allah di muka bumi juga perlu belajar.

Flat earth adalah kesimpulan dari orang yang merasa cukup dengan pengetahuan dirinya sendiri saja. Ia tidak mau berusaha memahami bukti-bukti dan penjelasan dari orang yang tidak sefaham dengan mereka. Banyak sekali fenomena alam yang tidak bisa dijelaskan dengan teori flat earth. Anda dipersilahkan membaca artikel-artikel terkait di blog ini.

Diperlukan wawasan yang terbuka untuk bisa mencerna artikel ini dan yang terkait serta sampai kepada kesimpulan bahwa flat earth adalah kesalahan. Namun jika tetap tidak mau menerima kebenaran bahwa “bumi datar” adalah sebuah kesalahan, silahkan belajar lagi. Karna kebenaran akan tampak menyesatkan di mata orang yg benar2 tersesat.

Pugman

says:

Ga usah mikir satelit, ga usah mikir nasa. Terlalu sulit untuk dibuktikan. Ini cara paling mudah dimengerti dan hampir semua orang (yang cukup secara ekonomi) bisa buktikan. Buka peta versi bumi bulat dan buka peta versi bumi datar. Lihat dan ingat posisi kutub utara dimana, Indonesia dimana lalu kutub selatan dimana? Okelah penganut bumi datar tidak percaya kutub selatan itu ada, coba ke utara sedikit dan lihat new Zealand!
Bagaimana pembuktiannya?

1. Pergilah ke kutub utara atau eropa utara pada musim panas. Saat itu siang akan lebih panjang dari malam bahkan matahari tidak terbenam di beberapa lokasi, berdiamlah selama beberapa hari. Setelah itu anda terbang ke New Zealand dan Apa yang terjadi di New Zealand? Mereka mengalami musim dingin dan malam lebih panjang. Bagaimana Indonesia? Tetap, siang malam 12jam.

2.Berikutnya pergilah Saat benua selatan khatulistiwa musim panas ke New Zealand, anda akan dapati siang lebih panjang dari malam berdiamlah disana selama beberapa hari kemudian silakan terbang ke eropa, maka anda mengalami sebaliknya musim dingin dengan malam lebih panjang dari siang.

Lalu cek peta bumi datar, lihat bahwa new Zealand ada pada radius lebih luar dan lebih jauh dari Indonesia terhadap kutub utara jadi walaupun matahari dekat ke selatan maka tetap tidak akan mungkin new Zealand akan mengalami siang hari lebih panjang dari malam. Karena kalau negara yang ada di radius lebih jauh dari kutub utara bisa siang lebih lama maka kita juga ngalami hal serupa.

Apa iya waktu matahari diatas new Zealand gerakannya melambat? Lalu cepat lagi waktu diatas samudera?

Lalu soal langit berbentuk kubah, maka hal tersebut akan bertentangan dengan ayat yang mengatakan “Allah meninggikan langit tanpa tiang”. Ini ga pernah dibahas.

Kalau langitnya berbentuk kubah berarti ada bagian langit yang pendek karena bersentuhan dengan bagian tertentu di bumi, dan bagian yang bersandar/bersentuhan dengan bumi itu secara makna akan juga berfungsi sebagai tiang.

Lalu kalau langit tak bisa ditembus, kenapa ada meteor bisa jatuh? Bahkan ada beberapa ulama yang yakin kiamat akan diawali oleh jatuhnya meteor.

Menurut saya teori bumi datar justru seolah mengecilkan ciptaan Allah. Karena langit nan luas diluar bumi sana dianggap tipu muslihat.

gunadi

says:

Perbedaan paham globe dan Flat earth adalah 400T USD….

Seberapa besar bukti yang di buat paham FE takan bisa menggoyahkan paham GE….

Karena FE tidak punya 400 T USD untuk membuktikan NASA itu palsu dan membuktikan bahwa bumi datar dengan POTO..

Imuwan islam terdahulu sebelum adanya galileo jelas pake peta bumi datar…

Datar bukan berarti kotak… bisa aja seperti CD namun namun sedikit elips…. dan bisa saja yanh di sebutkan seperti telur unta itu sebuah lingkaran berbentuk elip….

Maaf saya bodoh dalam alquran

says:

Faham GE tidak memerlukan 400T USD untuk membuktikan kebenarannya. Bahkan sejak jaman dahulu, ilmuwan islam di abad ke-8/9 M, sudah mengenal dan membuktikan bahwa bumi bulat. Tidak jarang para khalifah memerintahkan para ahli matematika atau astronomi muslim untuk mengukur wilayah kekuasaan mereka dengan perhitungan berdasarkan bentuk bumi yang bulat. Hasil perhitungan mereka bahkan cukup teliti sehingga tidak jauh berbeda dengan hasil perhitungan moderen. Contohnya, para astronomer di bawah Khalifah Al Ma’mun pernah mengukur keliling bumi dan menemukan besarnya adalah: 40,248 km. Angka ini cukup dekat dengan perhitungan moderen sebesar 40,068 km.

Paham FE sangat naif karena hanya mengandalkan “apa yang terlihat” oleh mata kepala saja. Padahal sangat nyata bahwa pandangan kita bisa menipu jika kita tidak memiliki tambahan pengetahuan lain. Seperti fenomena perspektif contohnya. Jika kita tidak memiliki pengetahuan bahwa rel kereta api itu bentuknya sejajar dan terpisah satu sama lainnya, kita bisa saja menyatakan bahwa rel kereta api itu bersambungan di ujungnya.

Kadang ilmu kita pribadi belum bisa memahami apa yang disampaikan para ilmuwan. Tetapi itu tidak berarti apa yang disampaikan para ilmuwan adalah sesuatu yang salah.

ahmad

says:

Jauh sebelum ilmuwan barat bilang kl bumi itu bulat, ilmuwan islam sudah terlebih dahulu. Contohnya Al Biruni, yang bisa mengukur keliling bumi dengan keakuratan yang mendekati pengukuran mutakhir.

says:

NASA baru ada dalam hitungan puluhan tahun dan bukan NASA yang menyatakan bahwa bumi itu bulat pertama kalinya. Para ilmuwan, sejak ratusan tahun yang lalu, termasuk para ilmuwan muslim, menyimpulkan bahwa bumi bulat dari hasil kajian ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta juga.

Bahkan dalam sejarah islam, hasil kajian para ilmuwan muslim tersebut tidak memperoleh kecaman dari para ulama di jamannya. Tidak ada yang menghujat atau menyalahkan pendapat para ilmuwan muslim yang menyatakan bahwa bumi itu bulat.

Sekarang, sayangnya, sebagian kaum muslimin, mengikuti pendapat Flat-earth society yang justru didirikan oleh kaum di luar islam. Ironis…

Sanjipak

says:

Ilmu Gravitasi itu bohong pak yang ada itu berat massa jenis sama Medan magnet elektromagnetik mohon bertabbayun dulu

says:

Bapak juga silahkan ber-tabbayun tentang gravitasi. Adakah yang salah dengannya?

Berbagai benda jatuh ke bumi karena gaya tarik gravitasi bumi bukan karena massa jenisnya.

Jika hanya karena massa jenis, mengapa benda-benda dengan massa jenis yang lebih tinggi daripada udara tidak beterbangan ke udara yang masa jenisnya lebih kecil?

says:

Maaf sy bukan dari sekte manapun…tapi sy orang islam.dan anti amerika bukankah ketika amerika menyatakan bumi bulat adalah dogma bahkan tidak ada satupun logika yang bisa menjadi bukti atas foto foto animasi bumi bulat.500 tahun lebih dogma bumi bulat telah mendarah daging.sdang pernyataan alquran nyata adanya.bukan permainan kata.jika anda menyatakan bumi bulat silahkan tapi jika kenyataan alquran bahwa bumi datar lewat beberapa ayatnya kenapa ayat ayatbtersebut ditafsirkan salah atau disalahkan jika benar adanya Alloh maha pandai dan menguasai .amerika tak bisa dipercaya.kenapa anda percaya.

Tinggalkan Balasan