Belajar dari “Bumi Datar”: Foto Satelit Tidak Ada

Salah satu topik yang digugat pengusung faham sains-semu “Bumi Datar” atau “Flat Earth” adalah tentang satelit. Mereka berujar bahwa satelit hanyalah rekaan komputer dan gambar-gambar yang ada bukanlah satelit sebenarnya. Mereka tidak percaya bahwa GPS memerlukan satelit. Dan mereka meragukan ada ribuan satelit yang mengelilingi bumi. Masyarakat “Bumi Datar” menuntut bukti: kalau benar ada satelit di atas sana, mengapa satelit tidak bisa dilihat dan difoto dari bumi? Mana foto-foto satelit dari bumi?

Ukuran satelit sangat kecil dibandingkan ketinggian orbit mereka

Mari kita belajar tentang satelit, seberapa besar ukuran mereka dan mengapa jarang ada foto satelit dari bumi. Satelit paling besar buatan manusia adalah ISS (Stasiun Ruang Angkasa Internasional). Ukurannya sebesar lapangan sepak bola. Ia meng-orbit bumi di atas ketinggian sekitar 360 km. Untuk bisa melihat ISS dari bumi, ibaratnya adalah kita berusaha melihat benda seukuran 3 mm dari jarak 10 m. Kira-kira sulit bukan? Apalagi dengan kenyataan bahwa ISS bergerak sangat cepat mengelilingi bumi.

Perbandingan ukuran satelit ISS dengan lapangan sepak bola amerika. Panjangnya sekitar 108 meter.
Perbandingan ukuran satelit ISS dengan lapangan sepak bola amerika. Panjangnya sekitar 108 meter.
Satelit BRIsat saat masih di bumi.
Satelit BRIsat saat masih di bumi. Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan ISS.
Aneka jenis orbit satelit dan ketinggiannya di atas muka bumi.
Aneka jenis orbit satelit dan ketinggiannya di atas muka bumi.

Sebagian satelit bisa difoto dari bumi

Meskipun demikian, dengan peralatan yang memadai, perhitungan yang teliti dan persiapan yang mantap, ISS ini bisa ditangkap kamera dari bumi. Salah seorang yang berhasis memotret satelit ini adalah Thierry Legault, seorang astronom amatir dari Perancis. Salah satu hasil tangkapan kameranya, dengan bantuan teleskop tentunya, adalah seperti di bawah ini. Ada foto-foto satelit lainnya (juga pesawat ulang-alik) di halaman web dia.

Jika penganut "Bumi Datar" menyatakan bahwa tidak ada satelit di atas sana, maka foto ini membantah hal tersebut. Satelit bisa difoto dengan peralatan dan kondisi yang tepat. (Hak cipta Thierry Legault)
Jika penganut “Bumi Datar” menyatakan bahwa tidak ada satelit di atas sana, maka foto ini membantah hal tersebut. Satelit bisa difoto dengan peralatan dan kondisi yang tepat. (Hak cipta Thierry Legault)
Foto satelit Stasiun Ruang Angkasa Internasional setelah di-zoom. (Thierry Legault).
Foto satelit Stasiun Ruang Angkasa Internasional setelah di-zoom. (Thierry Legault).

Dari foto satelit di atas, terbayang betapa sulitnya melihat satelit di angkasa. Apalagi jika merujuk perkataan sang fotografer bahwa satelit itu melintasi matahari dalam waktu kurang dari satu detik!

Satelit-satelit lainnya, yang memiliki aneka fungsi, berukuran jauh lebih kecil dari ISS ini. Misalnya BRISat, satelit milik BRI, ukurannya mungkin hanya sekitar 1/100 dari ISS. Jika ia berada di orbit yang sama dengan ISS dalam foto satelit di atas, kita bahkan tidak akan bisa melihatnya. Orbit BRISat sebenarnya adalah 100 kali lebih tinggi dibandingkan ISS. Satelit-satelit lainnya menempati orbit antara ISS dan 1000 kali lipat ketinggian ISS.

Cara “melihat” satelit dengan mata langsung

Setelah memahami ukuran satelit dan jaraknya dengan kita di muka bumi, mungkin kita putus harapan untuk bisa melihat satelit secara langsung dan bisa membuktikan sendiri kesalahan argumen pengusung “bumi datar”.

Tunggu dulu, pada kenyataannya, meskipun tidak bisa melihat bentuknya, mata kita bisa melihat satelit yang sedang terbang melintas di angkasa. Sebagian satelit memiliki permukaan yang cukup luas dan mengkilat untuk bisa memantulkan sinar matahari yang mengenainya ke arah kita di darat. Tergantung posisi satelit relatif terhadap matahari dan bumi, dengan sudut yang tepat, pantulan sinar satelit bisa kita lihat sebagai “bintang” yang bergerak di antara bintang-bintang sebenarnya.

Diagram terjadinya "kilatan satelit" atau satellite flares yang bisa dilihat dari bumi.
Diagram terjadinya “kilatan satelit” atau satellite flares yang bisa dilihat dari bumi.
Foto kilatan satelit saat terjadi di malam hari bisa dilihat dengan mata dan kamera.
Foto kilatan satelit saat terjadi di malam hari bisa dilihat dengan mata dan kamera.

Bahkan ada beberapa aplikasi Android yang bisa membantu anda untuk melihat pantulan sinar matahari dari aneka satelit di atas sana. Silahkan cari dengan kata kunci “satellite tracker” atau “satellite flares”. Aplikasi tadi bisa membantu anda melihat ke arah yang tepat di langit dan jam yang tepat untuk bisa “melihat” satelit.

Ada aplikasi ponsel pintar (smarphone) yang bisa membantu melihat satelit.

Kesimpulannya, klaim dari pengusung faham “Bumi Datar” atau “Flat Earth” bahwa tidak ada satelit hanyalah dongeng belaka. Satelit hanya sulit dilihat karena kecil dan jauhnya dari bumi.

Apa yang tidak bisa kita lihat bukan berarti tidak ada.

Semoga bermanfaat.

7 komentar untuk “Belajar dari “Bumi Datar”: Foto Satelit Tidak Ada”

  1. Descrates Cyberdos

    Empetlah kalau jalur pemikirannya begitu, mau bolak-balik juga. Satelit hanya sulit dilihat karena kecil dan jauhnya dari bumi? Anak kecil juga bisa jawab kalau seperti itu! Dulu mungkin orang percaya, namun sekarang?

    99,999999% foto satelit yang ada hasil render (kalau tidak mau 100%), ini ilmiah karena ada software buat cek realitas foto, ada tracker buat lacak asal foto, apa mau bantah fakta ini?

    Mau pakai alasan, jika pun ada gambar-gambar ilustrasi berupa computer-generated image (CGI), itu semata-mata untuk tujuan edukasi? No real picture is hoax!

    Mau pakai foto Thierry Legault? Yang tahu CGI/Photosop pasti terpingkal-pingkal kalau tahu ini.

    1. Coba diberikan bukti klaim anda. Silahkan dibeberkan di sini, situs mana yang membuktikan angka 99.99999% itu.

      Tidak hanya Thierry Legault yang membuktikan itu. Banyak astronomer amatir lain juga bisa memotret satelit dari bumi. Bahkan jika anda mau, dengan peralatan yang tepat, anda juga bisa.

      Photoshop, CGI, bisa menghasilkan gambar atau foto yang mirip dengan realita. Bahkan dengan photoshop atau semacamnya, orang bisa memanipulasi foto asli. Benar itu.

      Tetapi kalau anda mengatakan bahwa semua gambar yang bisa di-render, dibuat salinannya dengan photoshop pasti adalah CGI itu namanya salah logika. Misalnya, anda mengenakan topi kemudian dipotret. Pada saat yang sama, teman anda memiliki dua file, potret anda dan potret topi. Kemudian teman anda membuat CGI yang menghasilkan foto anda mengenakan topi. Apakah kemudian anda menyatakan bahwa foto anda saat mengenakan topi tadi adalah hoax?

      Jika anda meragukan keaslian foto-foto Thiery dan juga para astronom amatir lainnya, silahkan berikan bukti bahwa itu semua bukan foto asli.

      Atau anda memiliki hasil CGI yang mirip dengan foto-foto Thiery? Silahkan tampilkan di sini dan kita bisa bandingkan perbedaannya.

    1. Satelit bergerak di angkasa yang kerapatan udaranya boleh dibilang hampir nol. Jadi mereka tidak ada yang menghambat. Tidak seperti mobil atau pesawat yang terbang di dalam udara dekat permukaan bumi. Beda sekali.

      Sebagai tambahan, jika anda melihat video Flatearth101 yang membandingkan satelit dengan pesawat di permukaan bumi, maka pembandingan tersebut salah tempat. Tidak tepat.

      Meskipun demikian, satelit juga dibuat dengan teknologi yang menjamin ketahanan mereka di angkasa. Meski di luar angkasa tidak ada gesekan udara, hal-hal lain bisa juga merusak satelit. Untuk itu mereka juga harus terlindungi dengan bahan-bahan yang tepat.

  2. Saya malahan jadi pertanyaan, sebenarnya satelit PALAPA, TELKOM DAN SATELIT untuk siaran TV itu bergerak mengikuti putaran bumi atau seperti ISS?

    Sebagai pemakai antena parabola TV saya tahunya posisi satelit untuk TV itu diam jika dilihat dari Bumi, karena posisi antena tak pernah berpindah. dan siaran TV bisa ditangkap.

    Ini berarti SATELIT TV mengorbit bumi sama persis dengan putaran bumi. Sehingga seharusnya satelit untuk Siaran TV seperti TELKOM DAN PALAPA bisa dipotret dari bumi dengan arah tertentu, tentunya dengan peralatan canggih yang memadai.

    Lalu Bagaimana Cara kerja Orbit Ribuan Satelit GEOSTASIONER itu dapat serempak berputar dengan kecepatan sama mengikuti putaran bumi?

    Di sisi lain ada Dampak Gravitasi Bumi dan Gravitasi Bulan..
    Bulan terkadang posisinya jauh dari Satelit dan terkadang Dekat bagaimana sistem satelit dapat mengatasi dampak-dampak gravitasi Bumi dan Bulan ini?

    1. Ya, benar. Satelit2 komunikasi biasanya menempati orbit yang berbeda dengan ISS. Mereka disebut satelit geostasioner. Setitap satelit geostasioner menempati ruang atau titik tertentu di angkasa. Mereka diluncurkan dan ditempatkan di orbit tersebut dengan kecepatan tertentu. Kecepatan dan ketinggian orbit inilah yang membuat mereka bisa berada di posisi yang relatif tidak berubah di atas permukaan bumi.

      Tentu saja, ada pengaruh gravitasi bulan atau matahari yang juga menarik satelit tersebut. Dan karenanya, satelit2 itu biasanya dilengkapi sumber daya, bahan bakar yang bisa dipakai untuk menyalakan roket yang akan mengatur posisi dan kecepatan mereka di orbit. Untuk itu pulalah, ada stasiun di bumi yang terus memonitor dan mengontrol orbit mereka.

      Tanpa ada kontrol, satelit2 tersebut lambat laun akan keluar dari orbitnya dan bisa jadi jatuh kembali ke bumi, terbakar atau hancur.

Leave a Reply

%d bloggers like this: