Maklumat Muhammadiyah: 1 Ramadhan 1437 H jatuh pada 6 Juni 2016

Surat-Maklumat-Muhammadiyah-Ramadhan-1437-H-6-Juni-2016-hal-1

Muhammadiyah, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, telah mengeluarkan keputusan mengenai kapan puasa Ramadhan 1437 H berlangsung. Dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor: 01/MLM/I.0/E/2016 ditetapkan bahwa: Awal puasa, 1 Ramadhan 1437 H jatuh pada hari Senin Pahing, 6 Juni 2016 M. Idul Fitri, 1 Syawal 1437 H jatuh pada hari Rabu Pahing, 6 Juli 2016 M. Idul Adhha, … Baca Selengkapnya

Pesan RA Kartini Sebenarnya Mengenai Emansipasi Wanita

Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]

Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]Orang sering menjuluki Kartini sebagai pejuang emansipasi wanita. Benarkah? Simak saja petikan suratnya:

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].

Kartini juga tidak serta merta western-minded, memandang nilai-nilai barat sebagai yang paling baik.

“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902).

Inilah gagasan Kartini yang sebenarnya, namun kenyataannya sering diartikan secara sempit dengan satu kata: emansipasi. Sehingga setiap orang bebas mengartikan semaunya sendiri.

Lihat juga:

Musa La Ode Abu Hanafi: Hafizh Cilik yang Membuat Haru Juri

Musa La Ode Abu Hanafi, menjadi peserta lomba Hafizh Qur'an termuda di Mesir dan berhasil meraih juara ke 3.

Musa La Ode Abu Hanafi baru berusia 7 tahun 10 bulan saat ia menjadi utusan Indonesia mengikuti Lomba Menghafal Al Qur’an (Mushabaqoh Hifzhil Qur’an – MHQ) di Syarm al Syeikh di Mesir baru-baru ini. Ia menjadi peserta paling kecil dalam kategori anak-anak pada lomba yang diikuti tak kurang dari 60 negara ini. Hafalan Al Qur’annya … Baca Selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H (2016 M)

Alhamdulillah, jadwal imsakiyah ramadhan tahun 1437 Hijriyah (2016 M) sudah bisa dibuat dan diunduh di situs Jadwal Sholat Alhabib. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tersedia unduhan dalam bentuk HTML, PDF dan Excel. Jadwal imsakiyah Ramadhan bisa dibuat untuk hampir semua kota di dunia wa bil khusus setiap lokasi di Indonesia. Ramadhan tahun 1437 H (2016 M) ini … Baca Selengkapnya

Film Animasi Baru: Bilal – Pahlawan Islam

Poster film animasi Bilal - 2016Film perjuangan dan penuh inspirasi “Bilal” menjadi pusat perhatian karena produser dan sutradaranya, Aiman Thariq Jamal menelorkan ide inovatif yang mencoba mengangkat cerita pahlawan nyata yang menarik semua generasi. Idenya ini cukup berbeda dengan film animasi kebanyakan yang mengangkat pahlawan khayalan atau tokoh fiksi.

Film ini menyajikan pelajaran bagi kemanusiaan, keimanan yang tak lekang waktu, harapan dan penemuan jati diri dalam sebuah kisah yang diilhami oleh Sahabat Nabi Muhammad yang terkenal: Bilal bin Rabah. Sebagai seorang budak yang kemudian masuk Islam, Bilal hidup di tanah Arab dan mengalami kelaliman dan ketidakadilan. Namun akhirnya, iman dan islam menjadikannya salah satu tokoh dalam sejarah islam dalam menegakkan keadilan dan kesetaraan.

Dalam film animasi ini, Bilal, seorang anak laki-laki berumur 7 tahun, dan kakak perempuannya hidup dalam kebengisan perbudakan. Ia menerima beban kehidupan yang berat di masa kanak-kanaknya. Namun, darinya ia menemukan kekuatan spiritual yang tidak ia sadari sebelumnya. Bilal, yakin dengan keyakinan yang mendalam, bahwa ia harus berani berpendapat dan memilih jalan hidupnya sendiri dan bahwa keimanan akan memungkinkan segalanya. Akhirnya, keimanan itulah yang bisa melepaskan ikatan perbudakannya dan menjadikannya merdeka.

Cuplikan Film Animasi Bilal


Film ini diproduksi oleh Barajoun Entertainment, sebuah studio animasi dan efek visual yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab. Sang produser, Aiman Thariq, tidak main-main dalam membuat film animasi yang menghabiskan dana sebesar 30 juta dollar ini. Perlu 3 tahun untuk menyelesaikannya dan 327 pekerja profesional di bidang industri perfilman dan animasi dilibatkan dalam pembuatannya. Bintang-bintang Holywood pun dipakai untuk mengisi suara tokoh-tokoh dalam film Bilal ini.

Cuplikan gambar dari film animasi Bilal.
Cuplikan gambar dari film animasi Bilal.
Cuplikan gambar dari film animasi Bilal.
Cuplikan gambar dari film animasi Bilal.
Cuplikan gambar dari film animasi Bilal.
Cuplikan gambar dari film animasi Bilal.

Film animasi Bilal ini mungkin menjadi simbol awal kebangkitan industri film global di wilayah Timur Tengah.

Sumber: Saudi Gazette, 11 April 2016.