Muhammadiyah Menetapkan 1 Ramadhan 1434 H Jatuh Pada 9 Juli 2013 M

logo muhammadiyahBerdasarkan Maklumat yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah nomor 04/MLM/I.0 /E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah 1434 Hijriyah, maka 1 Ramadhan 1434 H jatuh pada tanggal 9 Juli 2013 M.

Penetapan tanggal ini sesuai dengan perhitungan hisab hakiki dan kriteria wujudul hilal yang diyakini dan dianut oleh Muhammadiyah. Selain itu Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengumumkan hasil hisab awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1434 H sebagai berikut:

1 Ramadhan 1434 Hijriyah jatuh pada hari Selasa, 9 Juli 2013 Masehi.
1 Syawal 1434 Hijriyah jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013 Masehi.
1 Zulhijah 1434 Hijriyah jatuh pada hari Ahad 6 Oktober 2013 Masehi.
Hari Arafah (9 zulhij ah 1434 H) hari Senin, 14 Oktober 2013 Masehi.
Idul Adha (10 Zulhijah 1434 H) hari Selasa, 15 Oktober 2013 Masehi.

Unduh Maklumat selengkapnya di sini.

Semoga bermanfaat.

Related tags:

##########################; puasa berapa hari lagi; puasa idul adha berapa hari; bulan puasa berapA hari lagi; 10 ramdhan 1434 jatuh hari apa; 1agustus 2013jatuh padah hari; penentuan 1 ramadhan muhammadyah; ramadhan 1434 h tahun;

Spread the love

Related Post

59 Comments for “Muhammadiyah Menetapkan 1 Ramadhan 1434 H Jatuh Pada 9 Juli 2013 M”

putra banyumas

says:

wis…ora usah pada reang bae…
meneng bae si ngapa…
nek pada reang kaya kiye nganti konangan wong yahudi, nasrani, dll li dheweke seneng pisan karo keprok-keprok ndelengna wong islam pada reang bae…
kedadean kaya kiye sing diarep-arep karo dienteni dheweke…
wong islame malah pada ora rumangsa…mbok pada duwe utek…
dinggo kuwe uteke…pada nggo ngapa si uteke…
ora ngendelna napsu…dadi kewan bae nganah nek napsune sing dinggo…
aja aja jebule sing pada komen nggawekna reang anu wong yahudi karo antek-anteke ya…
wis…sing rumangsa wong islam ora usah pada komen sing marakna reang…
kudene li pada ngemutne karo pada pada wong islam, ora malah pada reang bae, li ngisin-isini…ngerti mbok…
“semoga bisa dijadikan renungan untuk kita umat islam semuanya”
semoga Allah SWT mengampuni dosa dan kesalahan kita semua…amin…

Al Manshuroh

says:

Memang bener…agama islam memerintahkan pemeluknya untuk ngikut!! ngikut siapa????ya ngikut tata cara yang diajarkan oleh beliau shollallohu ‘alaihi wasallam, dan yg telah di praktekkan oleh para sahabat beliau rodhiallohu ‘anhum….. bukan yang lain!!!!.gini aja….lebih mudahnya coba ente kunjungi http://www.mahad-salafy.com. karena ane pernah juga bingung kayak ente. setelah di kasih tau temen, dan ane berkunjung ke sana…. MasyaAlloh….kayaknya ane habis keluar dari pekatnya malam tanpa sinar bulan. pas matab pokoknya.!! ato ente kirim alamat ente ke [email protected] insyaAlloh ane ada ertikel yang ente mau.nggak banyak sih tapi manteb

apollone

says:

Saya kurang faham dan mengerti soal ini semua, kalau dikata saya ikut sana atau sini, artinya saya hanya seorang muslim yang ikut ikutan saja, jadi apa yg harus saya lakukan?

Al Manshuroh

says:

Memang benar… Ulama salaf bukan Nabi dan bukan Tuhan, dan saya yakin ketua umum kalian juga nggak patut dianggap Nabi apalagi di jadikan Tuhan iya…kan??? jadiiiiii….. kedudukan ulama salaf adalah mereka mengikuti segala apa yg telah datang dari Ar Rasul Shollallohu ‘alaihi wasallam sesuai kemampuan mereka, dan kita wajib mengikuti apa yg telah mereka ikuti. jika diantara mereka ada yang menyimpang, maka kita wajib rujuk kembali kepada yang datang dari Ar Rasul. paham!!!! lha trusss kalau Ketua kalian bener-bener salah, masak dibelain mati sungguhan eh…. mati- matian. dia kan nggak pantas disebut Nabi…… apalagi dianggap Tuhan.

herdiawan

says:

Apalagi dlm penentuan awal Ramadhan dan awal syawal……jika kalian mengaku sebagai pengikut MUHAMMAD Shollallohu ‘alaihi wasallam. ya ikutilah apa yang beliau perintahkan. jangan ikuti perkataan pemimpin kalian. Karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. hati-hatilah terhadap ucapan orang sok mengetahui tentang urusan umat. ambilah ilmu dari orang yang terpercaya dan jelas keimananya. Jangan ambil ilmu dari orang yang memusuhi Islam, tapi mengaku revolusioner Islam kayak Syi’ah. segeralah sadar wahai saudaraku!!!! sadarilah kaum yang kalian rangkul dalam kerjasama organisasi kalian adalah kaum pengkhianat, pembohong dan bermulut kotor.

herdiawan

says:

Seharusnya,orang yg mengaku mencintai Rasulullah dan mengkalim dirinya sebagai pengikut Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam, melihat kembali kepada apa yg diperintahkan Alloh azza wajalla melalui Nabinya!! silahkan baca surat An-nur:51,63 An-nisa’: 65, 59. atau kalian tidak bisa membaca????…terlallu…..
Agama Islam itu adalah Firman Alloh subhanahu wata’ala, sabda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi Wasallam, dan Pemahaman para sahabat Nabi Rodhiallohum aJma’in!!!! Bukan hasil olah pikir orang tua-tua kita atau pemimpin-pemimpin kita. jadi.. mumpung ada waktu ayo kita semua kembali kepada Al-Quran. karena kita telah mengimaninya sebagai kitab suci agama islam.

dani

says:

Kenapa harus mengikuti pemerintah Saudi, loh dia ahli bid’ah….lihat aja skarang, Jumroh dijadikan beberapa lantai, yang terbaru sekarang tawaf dijadikan 2 lantai juga..ga ada tuh dijaman nabinya..intinya sesama pelaku bidah dilarang saling berkomentar..

opi bender

says:

arab saudi aja mulai puasa hari rabu.makanya jangan mengandalkan hisab

Zainulfalah Syarief

says:

Bettuuuul, tuh Persis aja pake Hisab, tapi Persis pake Ilmu, gak kaya Muhammadiyah, pengennya sok modern tapi hasilnya bedda..

komarudin alboghory

says:

untuk tahun sekarang emang arab saudi puasanya tgl 10 juli (bareng pemerintah RI),,tahun-tahun sebelumnya bagaimana?

Zainulfalah Syarief

says:

wajarnya sih duluan Indonesia, karena perjalanan Matahari digaris edarnya lebih cepat dibanding peredaran bulan Bulan. Jadi pada saat di Indonesia sudah Jam 18. di Negara Saudi masih harus menunggu 4 Jam lagi, dalam waktu 4 jam itu akan ada perubahan jarak menjauh antara Matahari dan Bulan…

Kalau di Saudi saja yang biasanya berbeda satu hari, sekarang jadi bareng dengan hasil Hisabnya Organisasi Islam Indonesia selain Muhammadiyah, jadi yang perlu dikoreksi adalah cara hisab Muhammadiyah yang selalu ngaco…

Edi Ratno Jarak Siman

says:

SHALAT TARAWIH MENURUT MUHAMMAIDYAH ASLI ALA KH. AHMAD DAHLAN

Di dalam Fiqih Muhammadiyah yang asli (ajaran KH. Ahmad Dahlan) disebutkan di dalam kitab Fiqih Muhammadiyah pada Bab Shalat Sunnah diterankan bahwa shalat Tarawih adalah shalat dengan 20 raka’at dan setiap 2 raka’at harus salam, waktunya ada di setiap selesai shalat ‘Isya.

(Lihat Kitab Fiqih Muhammadiyah Jilid 3, halaman 50-51, yang dikarang dan diterbitkan oleh Muhammadiyah bagian Taman Poestaka Yogyakarta, tahun 1343 H) – Terbit sekitar tahun 1924/1925 M.

Maka dari itu, ajaran Muhammadiyah pun menyatakan shalat Tarawih adalah 20 raka’at dengan 2 raka’at salam. Tidak ada satu pun sejak zamannya sahabat hingga abad sekarang ulama yang menyatakan shalat Tarawih dibawah 20 raka’at, yang ada adalah lebih 20 raka’at atau lebih.

Edi Ratno Jarak Siman

says:

Bismillahirrahmanirrahiim
Bila ada benarnya semata-mata dari Allah dan bila banyak kesalahan memang saya hanya manusia biasa yang dhoif

Apakah seorang muslim boleh berpatokan kepada perhitungan ilmu falak dalam menetapkan awal Ramadhan ataukah harus melalui ru’yat hilal?

Alhamdulillah, Syariat Islam adalah syariat yang mudah dan hukumnya universal berlaku bagi seluruh makhluk, manusia mapun jin, seusai dengan tingkatan mereka masing-masing, ada yang berpengatahuan ada pula yang awam, ada yang badui ada pula yang modern. Oleh karena itu Allah memudahkan jalan untuk mengetahui waktu-waktu ibadah. Allah telah menetapkan waktu memulai dan mengakhiri sebuah ibadah dengan tanda-tanda yang dapat diketahui semua tingkatan. Terbenamnya matahari merupakan pertanda masuknya waktu shalat Maghrib dan berakhirnya waktu shalat Ashar. Hilangnya cahaya kemerah-merahan di ufuk merupakan pertanda masuknya waktu shalat Isya’. Munculnya hilal setelah menghilang di akhir bulan sebagai pertanda dimulainya perhitungan bulan qamariyah yang baru dan berakhirnya perhitungan bulan sebelumnya. Allah Ta’ala tidaklah mengharuskan kita mengetahui awal bulan dengan cara yang hanya diketahui segelintir orang saja, yaitu ilmu nujum atau ilmu falak. Oleh sebab itu dalam nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah menjadikan ru’yat hilal sebagai pertanda dimulainya puasa bulan Ramadhan bagi kaum muslimin dan berhari raya dengan melihat hilal Syawal. Demikian pula dalam menetapkan Hari Raya ‘Iedul Adha dan hari Arafah.

Allah berfirman:

”Barangsiapa di antara kamu ada yang melihat hilal maka berpuasalah.” (Q:S 2:185)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah :”Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji;. (QS. 2:189)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

“Jika kamu lihat melihat hilal (Ramadhan), maka berpuasalah kamu, jika kamu melihat hilal (Syawal), maka berhari rayalah kamu. Jika terhalang olehmu genapkanlah bilangan bulan tiga puluh hari.”

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menetapkan awal puasa Ramadhan dengan ru’yat hilal Ramadhan. Dan menetapkan ‘Iedul Fitri dengan ru’yat hilal Syawal. Beliau sama sekali tidak mengaitkannya dengan ilmu nujum ataupun peredaran bintang. Itulah yang diamalkan pada zaman Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, zaman Khulafaur Rasyidin, imam yang empat dan generasi tiga kurun yang ditetapkan nabi sebagai kurun yang paling baik dan utama. Merujuk penetapan bulan qamariyah kepada ilmu nujum sebagai pertanda dimulainya dan berakhirnya sebuah ibadah bukan dengan ru’yat merupakan bid’ah yang tidak ada kebaikan di dalamnya. Sama sekali tidak ada sandaran dalil syar’inya. Sementara kebaikan hanya dapat di raih dengan meniti sunnah kaum Salaf dalam hal-hal agama, adapun keburukan adalah akibat perbuatan bid’ah yang diada-adakan dalam agama. Semoga Allah melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah (bid’ah) yang tampak maupun yang tersembunyi.

novriyanto

says:

Pada ngomongin apa yah klo di bilangmuhammadyah salah apa yg salah muhammadyah dah ada dan lahir sebelum kalian lahir… klo mui sama jg seperti itu semuanpunya petunjuknya masing2 inget tuntutlah ilmu sampai negeri cina begitu pula teknologi semakin berkembang so…. teknologi dan ilmu yg wajin di kejar agar orang menjadi lebih pintar bukan cuma debat kusir … wasalam

opi bender

says:

jangan terlalu mengandalkan teknologi(hisab).utamakan sunah yaitu hadits nabi dan ikuti ulil amri(pemerintah) ‘atii ullaha wa ‘atii urrasuula wa ulil amri minkum(taatilah allah dan rasul dan ulil amri(pemerintah)diantara mu.insya allah islam akan bersatu.

info:1 ramadhan 2013 di arab saudi jatuh pada hari rabu tanggal 10 juli 2013

komarudin alboghory

says:

ulil amri (pemerintah) yang mana yg patut kita ikuti ,,untuk mencoba pemberlakuan hukum syari’at islam di negara kita aja di DPR banyak yg gak setuju.ulil amri yg patut kita ikuti adalah pemerintah yg menjalankan syari’at islam.apa negara kita sudah bersyari’at islam.hukum negara kita banyak dipengaruhi bekas peninggalan jaman belanda

Zainulfalah Syarief

says:

Dalam hal ini Muhammadiyah bukan hanya tidak ta’at kepada Pemerintah, tetapi juga tidak menjalankan Perintah Al-Qur’an dan Assunah secara tepat, murni dan konsekwen, Muhammadiyah menerapkan Al-Qur’an dan Assunnah berdasarkan Dzon tidak berdasarkan pemahaman yang benar.. Saya menjadi saksi bagaimana Pemerintah mengundang para ahli dibidangnya, ada Musyawarah, semua Organisasi diundang secara adil, termasuk Muhammadiyah, tapi Muhammadiyah malah tidak datang dan berkoar diluar sidang Pemerintah hanya menghabiskan anggaran… Itu usaha Pencitraan yang ke kanak-kanakan..

Kami khawatir Muhammadiyah kena Fasal 33:36

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

opi bender

says:

sidang isbat itu dihadiri oleh orang-orang berilmu.mereka juga pintar dalam berteknologi.tapi untuk menentukan 1 ramadhan harus sesuai sunah yaitu ru’yatul hilal kalau tidak terlihat baru pakai ilmu hisab.

Mahmudin

says:

para sahabat dan saudara yang terhormat, kebenaran hanya milik Allah… ulil amri dalam islam adalah yang dipilih dengan kreteria keilmuan agama sehingga bisa menjadi imam didunia dan diakhirat sehingga bukan semua pemerintah negara adalah ulil amri bagi setiap muslim, oleh karena politik di indonesia tidak menganut hukum syariat islam maka ulil amri kita adalah para ulama. tidak ada satu pun undang2 di Indonesia yang mengamanahkan Menteri Agama menetapkan 1 Ramadan atau 1 Syawal, sidang Isbat hanya menghamburkan uang negera bayangkan hanya untuk sidang itu perlu 9 Milyar, lebih baik MUI menghitung bersama dan dilihat cukup oleh lembaga antariksa / LAPAN lalu diumumkan itu lebih ekonomis, seperti di negara-negara arab menurut saya melihat hilal versi pemerintah indonesia hanya cara mendapatkan proyek untuk menghamburkan keuangan negara. kalo pendapat saya salah mohon maaf mudahan ada yang lebih benar….

Zainulfalah Syarief

says:

Ente salah, siapapun tahu kebenaran itu hanya milik Allooh, tapi alat ukur kebenaran itu kan dalam etika beragama sudah diturunkan kepada Manusia melalui NabiNya.

Alat ukurnya itu Qur’an dan Hadits, dalam hal ini tidak ada yang Mutasyabihaat,

Muhammadiyah bisa dibenarkan pake Hisab tapi cara hisab Muhammadiyah yang salah kenapa Luh salahkan Tuhan, dan kenapa jadi Apriori sama Departemen Agama. Emang orang diundang untuk melaksanakan perintah Agama secara kenegaraan tidak boleh dijamu makan.

Dengan Qur’an dan Hikmah yang Allooh turunkan itu Manusia di beri Ilmu untuk melihat mana yang salah dan mana yang benar…

Zainulfalah Syarief

says:

62:2
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

Zainulfalah Syarief

says:

62:5
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

rizal

says:

zainul klo gk punya sumber.,jgn koment.,dodol.,
muhammadyah itu ilmunya tinggi.,

opi bender

says:

ilmunya tinggi kok kalo debat sidang isbat kalah mulu.
mungkin maksud antum ilmu dunia nya yang tinggi.
ilmu akhirat belum tentu.

ifud

says:

maap semenjak mentri agama orang NU semua lebaran persis sama orang NU. lihat kebelakang.
jadi mau ada muhammadiyah datang ato tidak pemerintah tetep akan hari rabu.

Zainulfalah Syarief

says:

Assalamu’alaikum wr. wb.

Menurut Ulama Salafy bahwa menetapka 1 Ramadlan dengan Hisab tanpa melihat Ru’yah adalah Bid’ah, tdak dilakukan oleh Nabi maupun oleh Sahabat, semoga Muhammadiyah segera bertaubat dari kekeliruannya…

a faozan

says:

Wa’alaikum salam
Yang masih memperdebatkan perbedaan berarti belum memaknai dengan konsep keberbedaan. Sudah tidak zamannya
memperdebatkan hal-hal yang yang menjadi runcingnya perbedaan, maka bersikap ariflah. Lha wong masing-masing kan punya dasar, tidak ngawur. Menetapkan awal bulan qomariyah sudah seharusnya tidak hanya ramadhan dan syawal atau dzulhojah saja, tetapi sudah saatnya tertuang secara jelas jauh jauh hari, sebagaimana dalam jadwal sholat yang sudah harus tertulis rapi jelas dan pasti. Wallahu a’lam.

A

azwarzt

says:

betul tuhh. . . .
mas zainull. . .kita sama sama orang islam. . .
perbedaan itu selalu ada sejak dulu. . .
skarang tergantung kita ajah yang milih. . .mana yang sekiranya benar. . .
tapi dengan dasar. . ilmu kita sejauh mana yang kita dapat. . .

kalo ngomong segeralah bertaubat muhammadiyah atas kekeliruannya. . .???
emang situ pasti bener apa. . .???
emang situ pernah hidup di zaman nabi apa. . .
udah pernah bertemu nabi muhammad apa. . .???
udah ada bukti yang kuatkah .. .???

kita semua orang muhammadiyah. . .tidak sebodoh itu. . .
kita juga punya pedoman yang kuat. . .
kita gak asal asalan nentukan 1 romadhon. . .

sekian. . kurang lebihnya mohon maaf. . .
asslamualaikum worohmatullahi wabarakatuhh. . .

Zainulfalah Syarief

says:

Bener dan salah, ada alat ukurnya, buat apa ada hadits, dipelototin doang….

aji

says:

Wong podo dene sedulur kok podo ribut….
kapan gole pada akur…..
anggere isine mung paduuu

tak pikir kabeh mau podo duwe dalil dewe2 ra asal njeplak aweh pengumuman…..

sing ngerti bener opo salah iku gur gusti Alloh

Zainulfalah Syarief

says:

Mas jangan salah tanggap ini bukan ribut, ini adalah Asap yang disebabkan oleh Saudara kita yang berani menciptakan Api tapi gak mau tanggungjawab memadamkannya..

esahdanu

says:

Mba Inul, sekolahnya dimane? belajar dimane tafsir hadist? coba jelaskan apa itu hilal?a pa itu bumi diskrit? yang yang anda andalkan apa bukan teknologinya pa thomas?

Zainulfalah Syarief

says:

Belajar sama ente…? ogaaah makin bodoh dong, udah bodoh ngotooot lagii.

Zainulfalah Syarief

says:

Justeru perintah Allooh …

تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر

kumaha sih ente, menghalangi yang Allooh perintahkan,

makanya gabung dg manhaj salafy….

loli

says:

melihat hilal harus 2 derajat itu perintah siapa?

nabi Muhammad SAW yg menentukan hilal 2 harus derajat?

Zainulfalah Syarief

says:

Ente Shalat dzuhur sekitar jam 12 disuruh siapa…. mikiiiir atuh ,,,

ifud

says:

sholat shubuh, dhuhur, ashar, maghrib, isya. udah ditentukan jam,a per daerah lagi di indonesia.

itu berarti pke perhitungan juga.

jadi yang waktu sholat juga bisa di hitung apalagi waktu bulan ?…

opi bender

says:

pemerintah dan ormas(nu,hti.persis dll..)sudah sepakat kalau menentukan hilal itu harus imkanurrukyat(kemungkinan hilal akan terlihat)
jadi minimal 2 derajat(sudah termasuk sunah nabi)
kalau di bawah 2 derajat tidak mungkin terlihat

daris sirad

says:

hadis nabi yang menyatakan kalau hilal tidak terlihat, maka genapkan…. seharusnya dipahami bukan sekedar dapat dilihat,… tetapi keberadaan bulan itu ada atau belum ada. jadi menurutku Muhammadiyah sah2 aja bahwa dibawah 2 derajat hilal udah wujud.

inem

says:

Astaghfirullah .. ulama salafy bukan tuhan, bukan nabi .. semoga allah mengampuni kata kata keji mas zainul .. baca ayat surat ar rahman sama surat yunus ya .. disitu lengkap .. mas zainul sok pinter banget kok pake ngomong bid’ah ..

Zainulfalah Syarief

says:

Ayat tersebut saya hafal banget, tapi gak bicara membolehkan hisab gaya ente, hisabnya gak canggih.. yang bener aja semua ahli tfsir gak ada yang mengambil hukum Ru’yat pake ayat tersebut, ngaco yah, kamu…

Tobaaat lah segera sesat dan menyesatkan Ummat, ikuti jalan mangaj Salafy biar selamat….

[email protected]

says:

Zaman nabi blm ada tropong dan alat. kesian dweh yang masih punya pendapat kayak gini. fahami agama dg tekstual dan konstektual bro..ngarti kagak maksudnya ?

Zainulfalah Syarief

says:

Alat secanggih apapun kagak bisa digunakan buat melihat hilal hasil hisab ente, 8 juli 13, sok hisab, tapi gak tahu cara hisab…

opi bender

says:

jangan terlalu mengandalkan
teknologi.
utamakan sunah yaitu hadits nabi dan ikuti ulil
amri(pemerintah)
‘atii ullaha wa ‘atii urrasuula wa ulil amri
minkum
(taatilah allah dan rasul dan ulil amri(pemerintah)diantara
mu.
insya allah islam akan bersatu.

info:1 ramadhan 2013 di arab saudi jatuh pada hari rabu tanggal 10 juli 2013

Romdhoni Fahmi

says:

Terus bgmana dgn shalat mas Zainul, mengenai waktu pelaksanaannya apakah di rukyat apa dihitung (hisab)? Mohon penjelasannya? terimakasih

Zainulfalah Syarief

says:

setahu saya gak ada perintah

صلوا لرئيته

kalau ada haditsnya saya, sami’naa w’tho’naa

opi bender

says:

intinya jadwal shalat itu di ru’yat melihat perjalanan matahari.dan jam adalah sebagai petunjuk waktu.

aziz attamimi

says:

Assalamu’alaikum mas zainul…
klow makan masi menggunakan senduk jangan berbicara bid’ah….
itu sama aja malu maluin diri…

Zainulfalah Syarief

says:

Hilal tidak bisa diqiaskan ke makan, jangan asal jawab deh..

cak kandim

says:

zainul,,kmu belum lahir dn NU belum lahir muhammadiyah sudah lahir,,ingat kmu apa kamu sudah bersih dari dosa,,kamu aja dosanya banyak pakai muhammadiyah segera bertobat,,ente orang goblok tau

Zainulfalah

says:

Aziz, setahu saya definisi bid’ah anak tk juga tahu, bukan menyangkut urusan diluar ibadah mahdloh..
أنتم أعلم بأمور الدنياكم

Jadi makan pake sendok, makan pake garpu tidak termasuk dalam bid’ah….

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *