Paling Sering Dilihat

  • Kalender Islam NU Tahun 2023 – Versi PDF (91,915)
    Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) telah menerbitkan Kalender Islam Tahun 2023 M yang mendasarkan tanggal-tanggal islam dengan hisab imkanur rukyat sesuai kriteria MABIMS yang baru (Kriteria 364). NU memberi tajuk kalender ini sebagai: "Almanak 2023 (1444/1445 H)". Kalender ini meliputi tahun hijriyah 1444 hingga 1445. Tema kalendernya adalah "Satu Abad Nahdlatul Ulama". Penentuan awal bulan ... <a title="Muadzin Yang Membuat Kesal Al-Biruni" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2023/03/muadzin-yang-membuat-kesal-al-biruni/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Muadzin Yang Membuat Kesal Al-Biruni">Baca Selengkapnya</a>
  • Koleksi Kata Mutiara Islam Bertambah (88,388)
    Widget "Kata Mutiara Islam Harian" yang diluncurkan bebarapa waktu lalu, alhamdulillah, cukup mendapat hati dari para pengunjung. Ia telah digunakan oleh lebih dari 1000 orang hingga saat ini. Hari ini saya berkesempatan menambah koleksi kata mutiara yang akan ditampilkan pada widget tersebut. Jika sebelumnya kata mutiara islam berbahasa indonesia hanya berjumlah sekitar 50 hikmah, kini ... <a title="Muadzin Yang Membuat Kesal Al-Biruni" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2023/03/muadzin-yang-membuat-kesal-al-biruni/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Muadzin Yang Membuat Kesal Al-Biruni">Baca Selengkapnya</a>
  • Kapan Hari Lahirmu dalam Kalender Hijriyah? (81,144)
    Hmm, mungkin tak banyak yang bertanya seperti itu. Penyebabnya tak lain karena kita telah terlanjur terbiasa dengan sistem penanggalan masehi. Dan sistem kalender islam hanya kita pakai untuk kegiatan keagamaan atau ibadah ritual saja. Tetapi paling tidak dalam beberapa kesempatan, kita tetap memerlukan perangkat atau cara untuk mengetahui: tanggal berapa dalam kalender hijriyah sebuah peristiwa ... <a title="Muadzin Yang Membuat Kesal Al-Biruni" class="read-more" href="https://blog.al-habib.info/id/2023/03/muadzin-yang-membuat-kesal-al-biruni/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Muadzin Yang Membuat Kesal Al-Biruni">Baca Selengkapnya</a>
Categories: Dunia Islam

Muadzin Yang Membuat Kesal Al-Biruni

Di awal abad ke-11, al-Biruni (Abu Rayhan Muhammad ibn Ahmad al-Biruni), salah satu ilmuwan besar Islam, tidak bisa bersabar terhadap mereka yang merujuk kepada kitab-kitab fiqih atas permasalahan yang menurutnya merupakan permasalahan sains. Di dalam salah satu risalahnya, “Tentang Bayangan“, ia menyebutkan bahwa ada dua tipe muadzin. Yang pertama adalah muadzin yang berkutat dengan bayangan matahari, mengukur waktu menggunakan badannya sebagai pasak penanda bayangan, dan mengukur panjang bayangan dengan telapak kakinya. Yang kedua adalah muadzin dari orang kebanyakan (awam). Tipe kedua ini digambarkan oleh al-Biruni sebagai:

hatinya kesal saat disebutkan kata-kata bayangan, ketinggian atau sinus dan mereka bergidik saat melihat perangkat perhitungan atau alat-alat sains. Terhadap jenis kedua ini, seharusnya orang tidak lagi mempercayakan apapun kepadanya, terutama masalah penentuan waktu-waktu sholat. Bukan karena orangnya tidak bisa dipercaya, tetapi karena kejahilan mereka yang berlebihan.

Ilustrasi Abu Rayhan Muhammad ibn Ahmad al-Biruni atau dikenal sebagai Al-Biruni. Salah satu ilmuwan besar Islam yang lahir di Beruni, Uzbekhistan tahun 973 M.

Al-Biruni menceritakan bahwa sekali waktu ia berjumpa dengan seorang muazin yang marah karena perangkat “Astrolab” (asturlab, astrolabe) yang ia tawarkan untuk menentukan waktu sholat ditandai dengan simbol rasi zodiak yang melambangkan bulan-bulan (rumi) dalam kalender Kristen Suriah. Si Muadzin hanya ingin melihat bulan-bulan Islam tertera dalam astrolabe tersebut dan karenanya ia menolak membawa perangkat tersebut ke dalam masjid.

Perangkat multi-fungsi Astrolab (asturlab) yang populer di kalangan kaum muslimin di abad pertengahan sebagai alat penentu waktu sholat dan arah kiblat.

Al-Biruni kemudian berkata kepadanya: “Orang kristen juga makan dan berjalan di pasar; jangan meniru mereka dalam dua hal itu juga.” Saat si Muadzin tetap tidak bisa melihat inti pendapatnya, al-Biruni mengatakan bahwa dia memiliki penyakit yang belum ada obatnya. Si Muadzin – karena merasa dalam masalah dan takut tertular – langsung memecahkan astrolab tersebut.

Pada bagian lain dalam risalahnya, al-Biruni membahas pengetahuan falakiyah apa saja yang dibutuhkan bagi seorang muadzin, dan memberikan tekanan kepada pentingnya astronomi bola dan pengamatan yang cermat.

Diambil dari:
ON THE ROLE OF THE MUEZZIN AND THE MUWAQQIT IN MEDIEVAL ISLAMIC SOCIETY. 1996. David A. King

Habib bin Hilal

Habib bin Hilal adalah pengelola dan Editor dari blog ini serta situs Alhabib - Mewarnai dengan Islam.

View Comments

Recent Posts

Arab Saudi Akan Laksanakan Rukyatul Hilal Zulhijah 1447 H pada Ahad, 17 Mei 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) untuk menentukan awal…

5 bulan ago

Arab Saudi: Idul Fitri Jatuh Pada Hari Jumat, 20 Maret 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi telah meminta rakyat kerajaan untuk melakukan rukyatul hilal Syawal 1447 H…

7 bulan ago

Informasi Kapan 1 Syawal 1447 H (2026 M)

Berikut ini adalah informasi astronomis mengenai posisi hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriyah (Idul Fitri…

8 bulan ago

Kumpulan Foto Bulan Sabit (Hilal) 1 Ramadan 1447 H

Bulan Ramadan 1447 H telah ditetapkan oleh setiap negeri atau otoritas keagamaan di seluruh dunia.…

8 bulan ago

Boleh atau Tidak Puasa Rajab?

Berikut ini adalah tulisan dari Pondok Lirboyo yang menggali dalil puasa di bulan Rajab. Hal…

10 bulan ago

Unduh Kalender Islam 2026, Resmi Dari Kemenag RI

Pemerintah RI, melalui Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama telah menerbitkan Kalender Hijriah 2026 M dalam bentuk…

11 bulan ago