Sebuah Universitas di Inggris Menutup Tempat Sholat

muslim-sholat-jumat-city-university-inggrisKecaman berdatangan kepada pihak City University, di London, Inggris karena menutup sebuah tempat sholat yang biasa digunakan para mahasiswa muslim di kampus universitas tersebut. Keputusan yang terasa mendadak itu didasari oleh kekhawatiran akan isi khutbah yang disampaikan dan ketidakmampuan untuk mengawasi aktifitas ibadah sholat di dalam kampus, demikian pernyataan dari pihak universitas. “Semua mahasiswa muslim harus dianggap sama dan diberi hak yang sama untuk bisa menyampaikan khutbah atau ceramah di tempat sholat itu.”, tambah pihak universitas.

Sementara itu, Wasif Syeikh (22), salah seorang mahasiswa muslim di kampus itu menyatakan bahwa ia merasa mahasiswa muslim sedang ditarget secara tidak adil. Mahasiswa muslim lainnya juga merasakan kecurigaan yang berlebihan dari pihak universitas atas ceramah-ceramah yang disampaikan. Mereka pun membentuk gerakan “Muslim Voice on Campus” (Suara Muslim di Kampus) untuk menentang keputusan itu.

“Semua ceramah dan khutbah kami terbuka dan bebas didengarkan oleh semua mahasiswa dan staf.”

“Tetapi jika setiap isi khutbah harus diajukan untuk dimonitor dan diperiksa, yang akan terjadi adalah pendiktean mana yang boleh dan mana yang tidak boleh disampaikan.”

“Kami sebagai mahasiswa tidak bisa menerima hal tersebut.”, tambah Wasif.

Kecurigaan pihak kampus tersebut boleh dibilang berlebihan jika melihat hasil-hasil survei yang menunjukkan bahwa mahasiswa muslim di kampus-kampus Inggris itu mewakili generasi yang telah berintegrasi dengan masyarakat inggris dengan baik. Ada 2,5 juta kaum muslimin di Inggris, 400,000 diantaranya menjadi murid di sekolah-sekolah dan 90,000 menjadi mahasiswa.

[habib/onislam]

Habib bin Hilal

Habib bin Hilal adalah pengelola dan Editor dari blog ini serta situs Alhabib - Mewarnai dengan Islam.

Tinggalkan Balasan