Laporan Rukyatul Hilal Ramadhan 1433 H dari Seluruh Dunia

Kamis petang, 19 Juli 2012, merupakan tanggal 29 Sya’ban 1433 H. Maka untuk menentukan apakah keesokan harinya adalah tanggal 1 Ramadhan atau masih Sya’ban, dilakukan rukyatul hilal untuk memastikan terlihat atau tidaknya bulan sabit pertama bulan ramadhan.

Bulan Sabit Ramadhan 1433 H Tidak Terlihat Pada Kamis 19 Juli 2012

Berikut adalah daftar laporan rukyatul hilal dari seluruh dunia yang dikoleksi oleh situs moonsighting.com dari anggota moonsighting committee worldwide (MCW) dan islamic crescent observation project (ICOP). Semua anggota proyek rukyatul hilal global tersebut melaporkan tidak melihat bulan sabit pada petang hari kamis. Adanya beberapa laporan keberhasilan melihat bulan sabit di indonesia, arab saudi dan nigeria ditolak oleh kedua proyek berdasarkan kaidah astronomis dan astrofisis.

  • Australia:
    1. Tak Terlihat: Abbas Aly (anggota MCW) dari Annangrove NSW melaporkan: tak terlihat sabit bulan dari titik tertinggi kota Sydney meskipun langit cerah dan bintang-bintang terlihat hingga 30 menit setelah maghrib.
  • Brunei:
    1. Tak Terlihat: Dr. Mohammed Hussain Ahmad (anggota MCW).
  • Chile:
    1. Tak Terlihat: Muhammad Sohail (MCW member).
    2. Tak Terlihat: Ayman Al-Layla (MCW member).
  • Dominican Republic:
    1. Tak Terlihat: Ahmad Abdul Haqq (MCW member): kami akan menambah satu hari untuk bulan Sya’ban.
  • France:
    1. Tak Terlihat: Rida Roty (MCW member) meskipun Dewan Perancis untuk kaum Muslimin mengumumkan bahwa Jum’at, 20 Juli 2012 adalah tanggal 1 Ramadhan.  Lihat tautan dalam bahasa perancis
  • Indonesia:
    1. Tak Terlihat: AR Sugeng Riyadi (MCW member) dari Surakarta bersama 200 orang di pondok pesantren As Salam tidak bisa melihat hilal karena mendung. 38 lokasi lainnya di indonesia juga melaporkan tidak melihat bulan sabit. Pemerintah secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012.
  • Jepang:
    1. Tak Terlihat: Aqeel Siddiqi (Sekretari, Komite Rukyatul Hilal Jepang) Ramadhan akan dimulai Sabtu, 21 Juli 2012.
  • Kenya:
    1. Tak Terlihat: Mahmood Essa (MCW member) from Mombasa melaporkan: Bulan sabit ramadhan tak terlihat, insyaallah Ramadhan mulai Sabtu, 21 Juli 2012.
  • Luksemburg:
    1. Tak Terlihat: Mr. Michael Bruppacher (MCW member) melaporkan hilal tak terlihat karena mendung. Namun Dewan Syura menetapkan Ramadhan mulai hari Jumat mengikuti fatwa dari ECFR eropa.
  • Maroko:
    1. Tak Terlihat: Khalid Chraibi (MCW member) dari Casablanca reported: Pejabat Maroko mengumumkan tak terlihatnya hilal sehingga Ramadhan dimulai Sabtu, 21 Juli 2012.
  • Namibia:
    1. Tak Terlihat: Azgar Suleman dari Walvis Bay melaporkan.
  • Nigeria:
    1. Tak Terlihat: Pengumuman resmi “Terlihat”: Mohammed Jalal (MCW member) dari Kaduna, melaporkan tak melihat hilal, namun pengumuman di radio menyatakan bahwa ada yang melihat bulan sabit sehingga Ramadhan dimulai Jum’at, 20 Juli.
    2. Menurut Moonsighting.com klaim terlihatnya bulan ini adalah salah.
  • Panama:
    1. Tak Terlihat: Saleh Bhai Bhattay (MCW member) dari Panama City.
  • Philippines:
    1. Tak Terlihat: Mohammad Amin Mangorsi (MCW member) dari Manila.
  • Qatar:
    1. Tak Terlihat: Muhammad Imran Paracha (MCW member) dari Doha melaporkan tak bisa melihat. Umur bulan sekitar 11 jam dan hanya berada di atas ufuk selama 3 menit.
  • Arab Saudi:
    1. Tak Terlihat: Luqmaan Williams (MCW member) dari Tha’if melaporkan tak melihat hilal meskipun langit cerah di kota Mekah.
    2. Terlihat (Pengumuman Resmi): Mrs. Lubna Shawly (MCW member) dari Jeddah melaporkan: Diumumkan dari Pengadilan Saudi bahwa bulan sabit terlihat di dua tempat (Shudair dan Syaghra) sehingga Ramadhan 1433 H dimulai Jum’at, 20 Juli 2012.
    3. Moonsighting.com berpendapat bahwa ini adalah klaim terlihatnya bulan yang salah.
  • Afrika Selatan:
    1. Tak Terlihat: Ammar Tahir (MCW member) dari Cape Town melaporkan tak melihat Hilal meskipun dengan teleskop bersama dengan 3 orang lain dari sebuah pantai. Otoritas Islam di sana juga melaporkan tidak melihat hilal dan diumumkan bahwa 1 Ramadhan 1433 dimulai Sabtu, 21 Juli 2012..
    2. Tak Terlihat: Dr. Abdurrazak Ebrahim (MCW member) dari Cape Town melaporkan tak melihat meskipun dengan teleskop Dobsonian XT6. Kilauan korona lebih besar dari biasanya dan bulan berada dalam posisi tersebut. Ada letupan korona kemarin dan mungkin ini yang menyebabkan silaunya korona hari ini. Cuaca cerah dan usaha kami untuk memecahkan rekor terlihatnya hilal paling muda melalui teleskop tidak berhasil.
  • Spanyol:
    1. Tak Terlihat: Gabriel Jairodín Riaza (MCW member) dari Madrid melaporkan: Komisi Islam Spanyol meskipun demikian, memulai puasa pada Jum’at, 20 Juli 2012.
  • Sri Lanka:
    1. Tak Terlihat: Nular Bary (MCW member) dari Colombo melaporkan tak melihat, meskipun mencoba mencari-cari hilal dengan teropong binokular.
  • Tanzania:
    1. Tak Terlihat: Hamza Rijal (MCW member) dari Tiny Island of Zanzibar melaporkan tak melihat dan Kantor Mufti memutuskan untuk menggenapkan Sya’abn menjadi 30 hari.
  • Inggris:
    1. Tak Terlihat: Mohammad Ali Javed (MCW member) dari Luton, Bedfordshire.
    2. Tak Terlihat: Saraj Qazi (MCW member) dari Luton, Bedfordshire melaporkan: Jama’ah Ahli Sunnah tertua dan terbesar di Inggris menetapkan 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012.
    3. Tak Terlihat: Juned Patel (MCW member) dari Bolton Lancshire.
  • Amerika Serikat:
    1. Tak Terlihat: Imam Salim Chishti (MCW member) dari New Lebanon NY melaporkan tak melihat karena langit tertutup awan.

17 thoughts on “Laporan Rukyatul Hilal Ramadhan 1433 H dari Seluruh Dunia

  1. Habib bin Hilal sebaiknya sebelum membuat pernyataan tentang Hasil Rukyatul Hilal, ente belajar dulu tentang Ilmu Hisab dari Kitab2 Islam jangan cuma KATA/ BERITA dari Orang saja, Kalau Pemerintah Indonesia yang dipakai itu HANYA menurut Metode Hisab EPHEMERIS (1 derajat), Tetapi di Cakung sebagai Pesantren Falakiyah itu menggunakan Metode Kitab2 Islam spt: Sulammunnuroyyain (4 derajat), Fatur Rouf (4 derajat), Al-Khulashotul Wafiyah (3 derajat), Badi'atul Mitsal (3 derajat), Irsyad Al-Murid (2 derajat), Al-Yawaqit fil Mawaqit Ahillah (2 derajat), New Comb (2 derajat), Ephemeris (1 derajat), nah karena hasilnya ada beberapa perbedaan makanya diadakan Rukyatul Hilal di Cakung itu, oleh Sebab itu lebih Komplit yang mana sistem Perhitungan Hisabnya antara di Cakung dengan Pemerintah yang hanya menggunakan sistem Ephemeris buatan dari Barat? oleh sebab itu sekarang Umat Islam sudah tidak mau dibodohin lagi oleh Sistem Barat yang Kafir, Karena Sistem Islam yang paling Akurat. Allohu Akbar! sistem Islam PASTI akan MENANG.

    1. yg bener yg mana nihh pak…semua merasa bener bikin keder umat ajaaaaa.. yg pasti dong jangan mudah2ann…berarti ntar disana mudah2an masuk surga gitu ya hihihihihhih,,,ngeri

  2. bertolak belakang dengan penanggalan di situs monsighting.com sendiri, bahwsanya saat ini Hari Minggu/3 Ramadhan, berarti sdh puasa ke-3 donk,…jika merujuk hasil laporannya,.. seharusnya hari Minggu masih 2 Ramadhan. hmmm bener egk ya.

    1. Situs moonsighting dalam membuat penanggalan, juga di beberapa kalender situs al-habib.info, merujuk kepada perhitungan imkanur rukyat global. Jadi memang hanya mengandalkan perhitungan dan tidak berdasarkan data rukyatul hilal yang aktual. Hal itu hanya sebagai acuan, karena setiap negara sampai saat ini memiliki cara masing-masing dalam menentukan kalender islam. Belum ada penyatuan…

  3. Buat Mas Zein Wijaya, mana yang tidak cocok? Di sana juga tertulis laporan yang menyatakan klaim terlihatnya bulan dan situs moonsighting.com menyatakan itu klaim yang salah.

  4. koq beritanya beda sama yg dilaporkan di original website monnsighting.com, cari pembenaran bahwa metode di indonesia paling benar wkkk :)).

Leave a Reply